BCA Lebih Tertarik Terapkan Mobile Banking - Penerapan Branchless Banking

NERACA

Jakarta - Keinginan Bank Indonesia (BI) segera menerapkan konsep bank tanpa kantor cabang fisik atau kondang disebut branchless banking di Indonesia ternyata tidak membuat PT Bank Central Asia Tbk tergoda. Pasalnya, saat ini perseroan belum tertarik untuk terjun ke program yang digadang-gadang Gubernur BI Agus Dermawan Wintarto Martowardojo nantinya sebagai kebutuhan dasar ke enam masyarakat Indonesia itu, lantaran ingin fokus memaksimalkan dua program, yakni mobile banking dan electronic banking.

“BCA saat ini lebih fokus memaksimalkan mobile banking (m-banking) dan electronic banking (e-banking), karena kami telah memiliki jaringan yang baik terhadap teknologi tersebut. Kalau branchless banking, bila tidak kerja sama dengan perusahaan telekomunikasi maka investasinya akan sangat besar,\" terang Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja kepada Neraca, Sabtu (13/7) pekan lalu.

Alasan BCA ini menambah deretan perbankan yang masih enggan menerapkan branchless banking. Sebelumnya, PTBank OCBC NISPTbk mengaku belum akan terjun ke model bisnisbranchless banking. Managing DirectorOCBC NISP, Rama P Kusumaputra, menuturkan belum siapnya perseroan dibranchless bankinglantaran masih fokus menguatkan penyaluran kredit sektor komersil, konsumer serta jaringan kantor cabang (kacab).

“Saat ini kita memiliki 350 kantor cabang di 62 kota di Indonesia. Inilah yang akan kita optimalkan. Untukbranchless banking, kita masih mengevaluasi prospek bisnisnya, investasi dan pembangunan infrastrukturnya. Branchless bankingitukanuntukfinancial inclusion. Jadi fokusnya sosialisasi ke masyarakat yang belum kenal bank. Kita belum fokus ke sana, karenacostdi infrastrukturnya sangat besar. Kita maksimalkan dahulu jaringan kantor cabang yang ada,” kata Rama, belum lama ini.

Sementara bank yang baru terdaftar namanya di papan pasar modal Indonesia, PT Bank Nationalnobu Tbk atau Bank Nobu mengaku masih mempelajari Peraturan Bank Indonesia (BI) terkaitbranchless bankingatau pelayanan jasa perbankan tanpa kantor cabang dan fokus berekspansi kredit di sektor mikro.

Menurut Komisaris Utama Bank Nobu, Adrianus Mooy, perseroan masih akan meninjau kembali dampak yang akan didapatkan bila Bank Nobu menerapkanbranchless banking. Lebih lanjut Adrianus menjelaskan, satu sisi, Bank Nobu ingin membuka jaringan kantor cabang (kacab) baru di beberapa daerah.

Namun sisi lain, pihaknya juga ingin melihat keberadaanbranchless bankingini, apakah dapat memberikan dampak positif atau tidak. “Apakah memang (branchless banking) masuk ke daerah-daerah yang kami belum bisa masuki? Itu yang masih kami pelajari dan evaluasi, apakah akan diterapkan atau tidak,” ungkap Adrianus kepada Neraca.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) meluncurkanpilot project branchless bankingdi delapan provinsi yang melibatkan lima perbankan, yakni PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk, dan Bank Sinar Harapan Bali. Branchless bankingsendiri akan dilakukan di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.

Pelaksanaan proyek uji coba itu akan berlangsung pada bulan Mei sampai dengan November 2013 mendatang. Dalam beberapa tahun terakhir, pelaku industri perbankan mulai tertarik untuk menggandeng rekanan non-bank guna membangun jaringan layanan masyarakat yang lebih kuat di luar unit kantor layanan yang telah dimiliki.

Perbanas dukung mobile banking

Branchless banking dinilai dapat meningkatkan efisiensi perbankan lantaran untuk melakukan ekspansi layanan ke suatu tempat, bank tidak perlu lagi keluar dana investasi besar untuk membuka atau menyewa kantor cabang baru, melainkan tinggal memanfaatkan infrastruktur milik rekanan yang telah digandeng. “Ini konsep yang bagus ke depan. Namun kita perlu ingatkan jangan sampai tren(branchless banking)ini membuat bank lupa untuk menggarapmobile banking,\" kata Ketua Umum Perbanas Sigit Pramono.

Menurut dia, sebenarnya untuk mobile banking Indonesia sudah sangat kuat dibanding negara-negara ASEAN lain. Bahkan salah satu yang terkuat di dunia. \"Jangan sampai investasi di sektor ini kemudian dilupakan,” ujar Sigit. Bagi mantan direktur utama BNI itu, jika konsepbranchless bankingdinilai bisa meningkatkan efisiensi perbankan, maka konsep mobile banking tidak boleh dipandang sebelah mata dalam mendongkrak tingkat efisiensi bank.

Lantaran, bila konsepbranchless bankingmasih tetap membutuhkan bangunan fisik sebagai tempat bertransaksi,mobile bankingbahkan sudah tidak lagi memerlukan sebuah bangunan fisik untuk melakukan layanannya.

“Branchless bankingpun masih membutuhkan tempat (transaksi), walaupun kemudian bank tidak perlu membangun atau menyewa sendiri, melainkan kerja sama dengan pihak lain. Tapi kalaumobile banking, (tempat transaksi) sama sekali tidak dibutuhkan. Jadi (mobile banking) ini juga harus kita bangun, termasuk jugainternet banking. Terlebih bila kita melihat penggunaan perangkat telekomunikasi di Indonesia juga sangat masif,” terang Sigit. Tren membangun layanan mobile banking tersebut, lanjut Sigit, sudah banyak dilakukan oleh bank-bank besar, namun belum banyak dilirik oleh bank-bank menengah dan kecil. [sylke]

Related posts