Jadi Pengguna Cerdas, Hindari Ledakan Ponsel

Ditengah canggihnya ponsel, tidak banyak juga yang mengetahui seberapa bahayanya sebuah ponsel. Diluar isu radiasi ponsel yang sangat berbahaya ternyata ada beberapa kasus lainnya yang cukup berbahaya, salah satunya adalah meledak atau terbakarnya ponsel.

NERACA

Seiring perkembangan teknologi, kini fungsi ponsel tidak hanya untuk menelepon dan mengirim pesan text saja, lebih dari itu kini ponsel memiliki fungsi yang sangat canggih, dari video call, gps, kamera anti air, menjadi alat untuk bermain game, mengirim email, menjadi projector, menjadi tv, menjadi remot tv, remot ac, bahkan menjadi kunci rumah.

Namun ditengah canggihnya ponsel, tidak banyak juga yang mengetahui seberapa bahayanya sebuah ponsel. Meledak atau terbakarnya ponsel menjadi beberapa kasus yang sering melanda ponsel akhir-akhir ini, khususnya melanda pada ponsel canggih yang biasa di juluki “smartphone”.

Beberapa ponsel canggih ini kerap terbakar dan meledak, kejadian ini jelas menghebohkan banyak pengguna ponsel canggih ini, dan kejadian ini membuat banyak orang khawatirkan untuk menggunakan ponsel. Kasus ponsel pintar meledak atau terbakar yang baru terjadi ialah kejadian yang terjadi pada Samsung Galaxy S seri lawas, S III, yang kemudian melukai sang pemilik.

Kejadian tersebut dialami oleh seorang gadis berumur 18 tahun bernama Fanny Schlatter yang berdomisili di Swiss. Schlatter melaporkan, Samsung Galaxy S III miliknya meledak ketika ia berada di tempat kerja. Saat kejadian, perangkat tersebut berada di saku celananya. Schlatter pun tidak menyadari bahwa ponsel pintarnya tiba-tiba mengeluarkan api dan meledak. Namun karena cukup sulit untu mengeluarkan ponsel yang terbakar tersebut, akhirnya paha gadis ini pun ikut terluka dan terbakar.

Tidak hanya melanda Samsung saja,iPhone 4S, dilaporkan kembali terbakar. Kali ini terjadi di Finlandia dan terekam oleh kamera CCTV. Ini bukan kali pertamasmartphonetiba-tiba meledak dan terbakar. Sebuah iPhone tahun 2011 lalu terbakar gara-gara kerusakan baterai, hal ini sampai menunda jadwal penerbangan pesawat.

Yang paling terbaru adalah kasus Pramugari yang tewas tersengat listrik dari iPhone 5, dikabarkan pramugari tersebut tewas ketika menelepon dengan iPhone 5 yang sedang diisi baterainya. Diduga pramugari tersebut tewas terkena listrik yang mengalir dari perangkat tersebut.

Kasus iPhone meledak atau terbakar pun melanda iPhone keluaran terbaru, iPhone 5 dan terjadi di kota Bangkok, Thailand. Pemiliknya melaporkan iPhone 5 miliknya tiba-tiba meledak saat dipakai menelepon kurang lebih selama 30 detik, ia merasa ponselnya lebih panas dari biasanya dan kemudian terlihat mengeluarkan asap. Merasa ada keganjilan itu, dia langsung melempar iPhone ke lantai dan baru kemudian meledak, empat kali. Setelah meledak, iPhone tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah. Ia pun melaporkan kejadian ini ke petugas kepolisian setempat.

Penyelidikan dilakukan selama kurang lebih dua bulan dan hasilnya telah diumumkan. Sekretaris National Broadcasting and Telecommunications Commission-NBTC), Takom Tantasit menyatakan, meledaknya iPhone 5 tersebut karena arus pendek.Menurut Takom, baut pentagram (berbentuk bintang bersudut lima) itu tidak sesuai dengan standar pabrik. Peneliti menyimpulkan penutup belakang perangkat tersebut telah dibuka atau diganti oleh pihak ketiga, menggunakan alat yang tidak sesuai standar Apple.

Beberapa ahli mengatakan sebaiknya kita memang memilih ponsel yang memiliki kredibilitas yang cukup baik, dan sebaiknya kita menggunakan aksesoris dan peralatan yang memang peruntukannya dan bukan aksesoris yang dibuat oleh pihak ketiga.

Salah menggunakannya pun bisa menyebabkan hal ini bisa terjadi kebanyak merek ponsel lainnya, tidak hanya Samsung ataupun iPhone. Cerdas dan bijaksana merupakan salah satu hal yang terpenting dalam menggunakan ponsel.

Related posts