Pasar Saham Masih Tertekan, Saatnya Mainkan 13 Saham

NERACA

Jakarta- Meski pelaku pasar sempat dikejutkan keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan BI rate 50 basis point (bps) menjadi 6,5%, tidak menyurutkan IHSG untuk mencatatkan kenaikan tipis 30,30 poin (0,66%) selama sepekan. Hal tersebut ditengarai karena adanya sentimen positif yang datang dari bursa saham Amerika Serikat dan Eropa. “Tergiur dengan laju bursa saham AS dan Eropa yang menghijau dalam beberapa hari terakhir membuat IHSG berkeinginan untuk ikut menghijau juga.” kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Minggu (14/7).

Menghijaunya IHSG sepanjang pekan kemarin, menurut dia, didorong investor asing yang mulai mencatatkan nett buy dan adanya aksi beli di sejumlah saham big caps. Ditambah adanya dorongan dari pemodal lokal yang telah melakukan aksi beli sebelumnya.

Selain itu, sambung dia, hasil sidang FOMC yang mengindikasikan masih diperlukannya stimulus moneter The Fed juga ikut memberikan sentimen positif. Karena itu, IHSG selama sepekan akhirnya berhasil mengalami kenaikan tipis sebanyak 30,30 poin (0,66%) atau di atas pekan sebelumnya yang anjlok -216,09 poin (-4,48%).

Kenaikan ini juga terjadi pada indeks utama lainnya di mana indeks IDX30 memimpin kenaikan sebesar 1,79% dan diikuti indeks LQ45 dan JII yang masing-masing naik 1,75% dan 1,66%.

Di sisi lain, laju indeks sektoral tercatat variatif di mana kenaikan dipimpin oleh indeks infrastruktur yang naik 4,14%, keuangan 2,38%, dan konsumer 1,92%. Sementara pelemahan terjadi pada sektor properti yang tercatat mengalami koreksi sebesar 4,36%, pertambangan -2,84%), dan perkebunan -2,57%.

Indeks Awal Pekan

Pada pekan depan, IHSG diproyeksikan akan berada pada rentang support di level 4496-4586 dan resisten di level 4788-4868. “IHSG membentuk pola menyerupai seperti bearish harami dekati lower bollinger bands. MACD bergerak menurun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William\'s %R, dan Stochastic menuju ke area oversold.” jelasnya.

Dia mengatakan, meskipun belum dapat menyentuh target resisten 4788-4868 menandakan masih adanya tekanan jual di tengah kuatnya dorongan beli. Namun, mencermati masih di bawahnya posisi teknikal IHSG, diharapkan sentimen-sentimen yang ada mampu mempertahankan IHSG di zona hijaunya.

Reza menyarankan pelaku pasar untuk mencermati sektor properti, infrastruktur, keuangan, konsumer, aneka industri. Sejumlah saham yang dapat diperhatikan antara lain PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Ciputra Surya Tbk (CTRS), dan PT unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Beberapa data ekonomi yang akan menjadi perhatian sentimen antara lain BoJ Monetary Meeting Jepang; GDP, retail sales, dan industrial production, & house price China; Inflation rate New Zealand; NAB business & Westpac consumer confidence Australia; Consumer confidence & interest rate decision Indonesia. (lia)

BERITA TERKAIT

Pasar Mobil Premium RI Diyakini Bakal Berkembang

BMW Group Indonesia merasa optimistis pasar mobil kelas premium akan terus berkembang di Tanah Air. Ada berbagai faktor yang melatarbelakangi…

Adhi Commuter Properti Garap Pasar LRT

Adhi Commuter Properti Garap Pasar LRT NERACA Jakarta - PT Adhi Commuter Properti (ACP) anak perusahaan PT Adhi Karya (Persero)…

CIPS Sebut Pengembangan Vokasi Masih Temui Hambatan

NERACA Jakarta – Pengembangan pendidikan vokasi masih menemui banyak hambatan. Di antaranya adalah mengenai kurangnya fasilitas penunjang, tempat praktik dan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Investor Pasar Modal di Kalsel Capai 22,26%

Direktur Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 9 Kalimantan, M Nurdin Subandi mengatakan, jumlah investor pasar modal di Kalimantan Selatan…

BEI Catatkan Rekor Baru Emiten Terbanyak

NERACA Jakarta – Tahun 2018 menjadi catatan sejarah bagi PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, sepanjang tahun ini ada 50…

Pendapatan Toba Bara Tumbuh 43,95%

Di kuartal tiga 2018, PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) membukukan pendapatan sebesar US$ 304,10 juta, naik 43,95% dari periode…