Nipress Kembangakan Baterai Lithium BTS

Produsen baterai lithium pertama di Indonesia, PT Nipress Tbk (NIPS) berencana mengembangkan baterai lithium untuk BTS seluler, “Baterai lithium ini sangat ramah lingkungan. Baterai di BTS yang sekarang itu bisa dicuri, dibakar, tapi kalau lithium enggak begitu, enggak bisa dibakar, didaur ulang dan dipakai timahnya,\"kata Direktur Operasional NIPS, Richard Tandiono di Cileungsi, Bogor kemarin.

Dia mengungkapkan, setidaknya tiga operator besar telah menggunakan baterai produksi Nipress untuk msaing-masing BTS. Diantaranya, Telkomsel, kerja sama XL, dan Indosat. Kendati menawarkan kualitas yang lebih baik, tetapi harga yang ditawarkan masih lebih mahal dibanding baterai yang saat ini telah digunakan BTS.

Selain itu, dia juga mengakui, Telkomsel sudah berkomitmen dengan perseroan untuk menggunakan baterai lithium yang diproduksi NIPS. Sementara, perseroan juga tengah menjajaki langkah kerja sama dengan Indosat, “Dibanding timah hitam lebih mahal empat kali lipat. Telkomsel, dan dengan Indosat sedang penjajakan,”ungkapnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Mobil listrik Geely Bakal Gunakan Baterai dari LG

Produsen baterai Korea Selatan, LG Chem Ltd, mengumumkan telah meneken perjanjian dengan manufaktur otomotif China, Geely Automobile, guna membuat baterai…

Layani Ramadan dan Idul Fitri 1440 H - Telkomsel Bangun 10 Ribu BTS Multi Band LTE

NERACA Denpasar – Dalam upaya memberikan kenyamanan berkomunikasi bagi pelanggan pada periode Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) tahun ini, Telkomsel…

Nissan Tuntas Jual Divisi Baterai Kendaraan Listrik

Nissan Motor Co, Ltd tuntas menjual anak usahanya yang selama ini memproduksi baterai kendaraan listrik, dan transaksinya diselesaikan belum lama…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…

Sentimen BI Rate Jadi Katalis Positif Sektor Properti

NERACA Jakarta – Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate  sebesar 0,25% menjadi 5,75% mendapatkan…

Siapkan Dana Investasi US$ 100 Juta - Saratoga Bangun Rumah Sakit di Bekasi

NERACA Jakarta –Genjot pertumbuhan portofolio investasi, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) terus mengembangkan investasinya. Salah satunya yang tengah dikembangkan…