Bergerak Berfluktuatif, IHSG Bergerak Terbatas

NERACA

Jakarta – Transaksi saham di Bursa Efek Indonesia akhir pekan kemarin ditutup menguat lantaran dipicu aksi borong saham oleh investor asing dan investor lokal selektif beli saham. Indeks harga saham gabungan(IHSG) ditutup menguat 28,886 poin (0,63%) ke level 4.633,108. Sementara Indeks LQ45 menguat 6,210 poin (0,80%) ke level 777,659.

Kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, penguatan indeks BEI masih dipengaruhi sentimen positif dari kenaikan BI Rate, “IHSG BEI pada perdagangan akhir pekan ditutup menguat di tengah perdagangan saham domestik yang mudah berubah,\" katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia menambahkan, kenaikan BI rate masih disambut positif oleh pelaku pasar karena dinilai merupakan tindakan yang tepat untuk meredam fluktuasi rupiah dan IHSG BEI, “Tetapi di satu sisi, BI juga menambah aturan loan to value (LTV) untuk pembelian rumah kedua dan ketiga sehingga diperkirakan akan berdampak untuk emiten properti secara umum,\"ujarnya.

Berikutnya, indeks BEI awal pekan diproyeksikan akan bergerak berfluktuasi menyusul sinyal dari China bahwa negara itu mentolelir pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah, sehingga hal itu bisa menjadi katalis negatif bagi bursa regional.

Perdagangan kemarin berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 147.647 kali pada volume 6,021 miliar lembar saham senilai Rp 6,298 triliun. Sebanyak 128 saham naik, sisanya 104 saham turun, dan 115 saham stagnan. Rata-rata bursa regional berakhir di zona merah menutup perdagangan akhir pekan meski sudah dapat sentimen positif dari Wall Street yang cetak rekor semalam. Hanya bursa saham Jepang yang masih bisa menguat.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Merck (MERK) naik Rp 30.300 ke Rp 181.800, Goodyear (GDYR) naik Rp 1.250 ke Rp 19.250, United Tractor (UNTR) naik Rp 450 ke Rp 17.000, dan Tempo Scan (TSPC) naik Rp 425 ke Rp 4.050.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sarana Menara (TOWR) turun Rp 1.000 ke Rp 27.000, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 700 ke Rp 11.800, Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 700 ke Rp 7.500, dan Unilever (UNVR) turun Rp 650 ke Rp 31.000.

Pada perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup positif atau naik tipis 6,234 poin (0,14%) ke level 4.610,456. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,398 poin (0,31%) ke level 773,847. Enam sektor industri melemah, sementara empat sisanya masih bisa menguat. Saham-saham unggulan di sektor konsumer dan agrikultur terkena koreksi cukup dalam.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 97.471 kali pada volume 2,626 miliar lembar saham senilai Rp 3,4 triliun. Sebanyak 102 saham naik, sisanya 121 saham turun, dan 91 saham stagnan.

Bursa-bursa regional bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Bursa saham Jepang berhasil naik setelah nilai tukar yen terhadap dolar AS. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Merck (MERK) naik Rp 18.500 ke Rp 170.000, Goodyear (GDYR) naik Rp 1.250 ke Rp 19.250, Telkom (TLKM) naik Rp 400 ke Rp 12.050, dan Nippon Indosari (ROTI) naik Rp 300 ke Rp 7.900.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sarana Menara (TOWR) turun Rp 3.200 ke Rp 24.800, Unilever (UNVR) turun Rp 800 ke Rp 30.850, Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 700 ke Rp 7.500, dan Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 500 ke Rp 14.000.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 10,26 poin atau 0,22% ke posisi 4.614,48, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,62 poin (0,34%) ke level 774,07, “IHSG BEI bergerak mendatar dengan kecenderungan menguat meski minim sentimen positif baru,\" kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Dia menambahkan, bursa saham kawasan Asia juga cenderung berfluktuasi seiring sentimen positif dari bursa AS dan komoditas terkompensasi oleh data indeks konsumer Jepang yang cukup mengecewakan pada bulan Maret.

Menurut dia meski minim sentimen positif baru, namun saham-saham domestik terutama dari Group Astra yang telah terkoreksi dalam beberapa hari terakhir memiliki potensi untuk menguat.

Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono menambahkan, langkah BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps menjadi 6,50 tampaknya juga sudah tercermin pada anjloknya indeks BEI beberapa waktu lalu.

Karena itu, indeks BEI di proyeksikan akan bergerak berfluktuasi dibayangi aksi ambil untung bergerak di kisaran 4.550--4.630 poin. Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 28,93 poin (0,13%) ke level 21.408,56, indeks Nikkei-225 naik 65,32 poin (0,44%) ke level 14.536,21, dan Straits Times melemah 15,41 poin (0,46%) ke posisi 3.234,29. (bani)

BERITA TERKAIT

Sentimen Positif Rupiah Membalikkan Laju IHSG

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (13/11) kemarin ditutup menguat seiring kepercayaan…

Tren IHSG Belum Beranjak di Zona Merah - Defisit Transaksi Berjalan Melebar

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan Senin (12/11) awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 97,10 poin atau…

Tren IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan - Sentimen Transaksi Berjalan

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan Kamis (8/11) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup kembali menguat seiring dengan harapan positif…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PTBA Bukukan Laba Bersih Rp 3,93 Triliun

Di kuartal tiga 2018, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) membukukan laba bersih Rp3,93 triliun, naik 49,67% year on year (yoy)…

BEI Suspensi Saham Trancoal Pacific

Mengalami kenaikan harga saham di luar kewajaran, perdagangan saham PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) dihentikan sementara atau disuspensi oleh PT…

Hotel Mandarine Bakal Gelar Rights Issue

Perkuat modal dalam rangka mendanai ekspansi bisnisnya, PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) berniat menerbitkan saham dengan hak memesan efek…