Bunga Tabungan Haji Bisa Subsidi Penerbangan

Ada Sisa Rp835 Miliar

Bunga Tabungan Haji Bisa Subsidi Penerbangan

Jakarta--Pemerintah didesak menggunakan Sisa bunga tabungan jamaah haji sebesar Rp835 miliar untuk optimalisasi (subsidi) dua komponen haji, yakni perumahan dan penerbangan. Sehingga ongkos angkut penerbangan bisa ditekan. "Ada sisa dana tabungan jamaah haji dari living cost, sekitar Rp835 miliar yang bisa digunakan untuk mensubdisi perumahan dan penerbangan," kata Pimpinan Poksi Komisi VIII DPR F-PDIP, Adang Ruchyatna kepada wartawan di Jakarta,30/6.

Menurut Adang, komponen living cost jamaah haji sebesar SAR 1500/jamaah, sebenarnya bukan komponen Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). Namun merupakan titipan jamaah yang akan dikembalikan pada saat ibadah haji dilaksanakan. "Karena itu, living cost dapat diambil dari bunga tabungan jamaah haji sebesar Rp735 miliar (196.000 jamaah X SAR 1500 X Rp2500). Total bunga tabungan jamaah haji mencapai Rp1,6 triliun," tambahnya.

Oleh karena itulah, kata Adang, maka F-PDIP mendesak agar maskapai penerbangan lokal diberi kesempatan mengangkut jema’ah haji. Alasanya mereka mampu menekan biaya naik haji yang selama ini dirasa terlalu mahal. “Hingga kini kita mendengar sudah ada maskapai lokal yang memenuhi syarat untuk mengangkut jama’ah haji menuju tanah suci,” terangnya.

Diakui Adang, salah satu penyebab tingginya BPIH adalah tak adanya kompetisi diantara penyedia jasa angkutan. Makanya, pemerintah harus membuka peluang tersebut, agar masyarakat dapat menunaikan ibadah dengan harga lebih terjangkau. “Beri kesempatan seluas-luasya kepada semua operator penerbangan. Maka akan diperoleh harga yang ekonomis,” lanjut Adang.

Untuk musim haji 2011 ini saja, kata Adang, sudah ada penawaran yang masuk kepada pengelola ibadah haji itu sendiri. Jumlah yang disampaikan kepada pengelola, kata Adang, berkisar USD 1.901-USD 2.074. “Awalnya ada sekitar dua maskapai yang mengajukan, namun infomasi terakhir hanya Batavia Air yang memenuhi persyaratan,” ucap Adang.

Selain menekan biaya transportasi, Adang juga meminta agar pengelola ibadah haji memikirkan biaya kontrak tempat tinggal jema’ah untuk jangka panjang. Upaya ini diyakin mampu menekan harga sewa hingga tingkatan yang signifikan. “Agar dilakukan kontrak jangka panjang, minimum 3 tahun, untuk mendapatkan harga yang mudah dan fix serta kepastian lokasi perumahan di ring 1 yang maksimal berjarak 2.500 meter,” kata Adang lagi. **cahyo

BERITA TERKAIT

Naik Rp1,25 Triliun, Banggar Tetapkan Anggaran Subsidi Energi Rp157,79 Triliun

      NERACA   Jakarta - Rapat Panitia Kerja Badan Anggaran DPR menyetujui alokasi subsidi energi sebesar Rp157,79 triliun…

Total Emisi Obligasi Ditaksir Turun 13,04% - Imbas Suku Bunga Naik

NERACA Jakarta – Buntut dari kenaikan suku bunga sebagai reaksi meredam gejolak nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, memaksa beberapa…

BI Janji Jaga Disparitas Suku Bunga

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) berjanji akan menjaga disparitas suku bunga (differensial interest rate) domestik…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Kementan, Kemendag atau Bulog Yang Dievaluasi - Impor Beras

  NERACA   Jakarta – Persoalan impor beras mengemuka saat perseteruan antara Dirut Perum Bulog Budi Waseso dan Menteri Perdagangan.…

Kemenkeu Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2018 Capai 5,2%

  NERACA   Jakarta - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2018…

Harapan DPR Kepada Pemimpin Bekasi

      NERACA   Jakarta – Pasca dilantiknya Walikota Bekasi Rahmat Efendi dan Wakil Walikota Tri Adhiyanto, Anggota DPR…