Agung Podomoro Bidik Penjualan Rp5 Triliun - Bangun Superblok di Medan

NERACA

Jakarta- PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mengaku telah menyelesaikan akuisisi lahan seluas 5,2 hektar di pusat kota Medan, Sumatera Utara. Rencananya, perseroan akan mengembangkan superblok pertamanya di daerah tersebut termasuk unit apartemen, area perkantoran jual, pusat belanja, hotel dan kios untuk segmen kelas menengah ke atas di area tersebut. \"Superblok ini diharapkan akan menghasilkan penjualan pemasaran lebih dari Rp5 triliun dalam waktu 3-4 tahun mendatang.\" kata Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Tbk, Trihatma Kusuma Haliman di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Menurut dia, lahan tersebut didapatkan perseroan seiring ditandatanganinya perjanjian pengikatan jual beli untuk mengakuisisi 58% saham PT Sinar Menara Deli (SMD), senilai Rp 467 miliar. Pihaknya menilai Medan merupakan kota terbesar kedua dan salah satu kota dengan perkembangan terpesat di Indonesia. \"Kami beruntung memperoleh lahan seluas ini di lokasi yang sangat strategis di kota Medan,\" ujarnya.

Hingga semester pertama 2013, perseroan mencatatkan pra-penjualan (marketing sales) sebesar Rp3,18 triliun atau meningkat 28,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pencapaian tersebut dikontribusikan dari sejumlah proyek properti yang dikembangkan perseroan, termasuk salah satu proyek bangunan residensial, Borneo Bay Residence di Balikpapan yang baru saja diluncurkan.

Dari total nilai tersebut, PT Podomoro City Extension berkontribusi sebesar 46,5%, Vimala Hills 14%, Metro Park Residence 10,6%, Grand Taruma 6,2%, Soho@Pancoran 5,9%, dan Borneo Bay Residence yang merupakan proyek bangunan residensial yang baru diluncurkan di Balikpapan menyumbang sebesar 10,5%.

Seperti diketahui, APLN merupakan emiten pengembang properti yang mengandalkan pengembangan proyek superblok sebagai strategi perseroan dalam mengembangkan bisnis. Perseroan menargetkan dapat membangun sebanyak 14 superblok pada tahun ini. Beberapa daerah yang sedang dijajaki perseroan antara lain Surabaya, Solo, dan Yogyakarta. Dalam pembangunan proyeks superblok ini perseroan ditaksir mengeluarkan dana hingga Rp5 triliun.

Untuk mendukung pengembangan dan melancarkan rencana akusisi di beberapa daerah yang menjadi targetnya, perseroan belum lama ini menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahap pertama senilai Rp1,2 triliun dengan kupon 9,25%. Obligasi ini bertenor lima tahun dan akan jatuh tempo pada 27 Juni 2018. Selain mendukung ekspansi bisnis, perseroan juga akan menggunakan dana obligasi untuk pembiayaan kembali (refinancing) atas pinjaman perseroan. (lia)

Related posts