free hit counter

Bahaya Suku Bunga Tinggi

Senin, 15/07/2013

Dalam studi ekonomi makro disebutkan antara lain faktor suku bunga dapat menurunkan investasi. Jika investasi menurun maka otomatis akan menurunkan produksi dan akibat berikutnya suku bunga berpotensi menciptakan pengangguran dan kemiskinan. Atau dengan kata lain, suku bunga bisa berdampak bangkrutnya sektor produktif, dan menciptakan pengangguran bagi kehidupan masyarakat.

Terkait dengan kenaikan suku bunga acuan BI Rate yang dalam dua bulan berturut-turut naik 0,25 (Juni) dan 0,5 (Juli) menjadi 6,5% dari semula 5,75%, mengindikasikan terjadi perlambatan dalam perekonomian nasional. Jelas ini akan menghambat pertumbuhan pada tahun ini. Karena dunia usaha dipastikan mengalami kesulitan akibat tingginya suku bunga kredit perbankan sejalan dengan kenaikan suku bunga acuan tersebut.

Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang bertujuan untuk meredam inflasi itu juga berimplikasi pada sektor riil lainnya. Dengan kondisi suku bunga BI Rate 6,5%  akan membuat sulit bagi bangsa indonesia untuk menghasilkan perusahaan dan pengembangan sektor riil dalam sekala besar. Ini sesuai pendapat pakar ekonomi Lord Keyness, yang mengakui dan menyimpulkan bahwa suku bunga yang tinggi menyebabkan macetnya pasar atau terhentinya kegiatan industri, yang kemudian secara negatif mempengaruhi penerimaan masyarakat.

Di sisi lain, tingginya suku bunga simpanan (deposito) di bank akan membuat nasabah terus menerus mengendapkan dana di bank hingga tak terbatas waktunya. Logika sederhananya, jika seseorang mempunyai dana yang besar didalam bank, misalnya Rp 1 miliar, dengan bunga deposito 9% per tahun maka, tanpa bekerjapun orang tersebut akan menghasilkan uang sebanyak Rp 90 juta per tahunnya.

Namun di lain pihak, betapa banyaknya orang-orang atau para buruh yang sangat kecil gajinya, jika dalam kondisi sekarang dengan bekerja keraspun belum bisa menyaingi orang yang hanya menginvestasikan uangnya di bank tersebut, sementara pemilik dana tidak mempunyai risiko dalam menanamkan modalnya.Next