Berburu Santapan Takjil - Tradisi Ramadhan

Tradisi bulan Ramadhan sangat beragam, dari ngabuburit hingga berburu santapan takjil. Berburu santapan berbuka memang telah menjadi tradisi masyarakat Indonesia saat bulan Ramadhan tiba. Menyambut waktu berbuka, para penjual santapan takjil mulai menghiasi tepi-tepi jalan raya.

NERACA

Meski santapa takjil identik dengan makanan yang ringan, namun penjaja santapan takjil pun terkadang menjual dan menyediakan santapan yang sangat mengenyangkan, seperti nasi rames yang berisi beragam lauk. karena itu tidak heran saat bulan Ramadhan tiba, penjaja santapan takhjil menjamur, selain karena mendatangkan untung bagi penjajanya, menjual santapan takjil pun mempermudah banyak orang yang tidak sempat untuk memasak ataupun tidak sempat untuk berbuka dirumah.

Salah satu tempat yang menjadi favorit masyarakat Jakarta Barat ialah Pasartakjil Jalan Panjang. Pasar Takjil ini telah lama menjadi pilihan warga Jakarta untuk berburu menu berbuka puasa. Santapan takjil yang menjadi favorit di sini adalah nasi bogana, pepes, klapertaart. Beberapa menu takjil ringan yang cukup diminati adalah lemper, panada, kue cucur, kue lapis, risoles, martabak, aneka gorengan, seperti bakwan, tahu isi, dan tempe mendoan.

Ada pula menu kolak biji salak, kolak pisang, kolak ubi, pacar cina, bubur sumsum, bubur kampium, lemang, dan minuman dingin, seperti es buah, es cendol, es campur, es cincau, es dung-dung, bahkan kerak telor, siomay, batagor, otak-otak. Sementara, menu makanan utama yang tersedia, adalah ayam goreng, rendang, ikan mas bumbu kuning, tempe bacem, orek tempek, ayam gulai, paru goreng, sate usus, dan ikan bakar. Harga makanan yang ditawarkan cukup bervariasi, mulai dari Rp2.500 hingga Rp30 ribu.

Tidak ketinggalan juga Pasar Takjil di daerah Menteng, Jakarta Pusat. Anda yang langganan naik kereta di stasiun Sudirman mungkin sering menemui puluhan pedagang takjil di Jalan Blora. Jika sampai di stasiun menjelang Magrib, Anda dapat membeli kue cucur, bika ambon, atau lontong terlebih dahulu di sini, sehingga dapat disantap saat berbuka di kereta. Kalau mau membatalkan puasa di sini juga bisa, yakni dengan memesan soto Betawi atau gudeg terlebih dahulu. Bungkusan es blewah dan biji salak, atau gulai kepala ikan dan rendang untuk sahur, juga bisa dibawa pulang.

Masih dari kawasan Menteng, jajanan di depan Masjid Sunda Kelapa adalah salah satu tempat favorit untuk mencari makanan untuk berbuka. Selain bisa beribadah dan dapat mengerjakan sholat magrib, isya dan taraweh, masyarakat dapat mencari santapan makanan berbuka disana juga. Beberapa kuliner favorit untuk berbuka ialah es kelapa muda atau es jeruk kelapa muda yang berukuran sangat besar. Santapan pun akan menjadi sempurna ketika dapat makan tongsen kambing atau sate padang.

Tempat berikutnya adalah Pasar takjil Bendungan Hilir, Jalan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Di sini, ada berbagai macam jajanan ringan hingga lauk untuk berbuka, tinggal pilih mana yang kita suka. Untuk jajanan ringan, bisa kita jumpai jajanan khas Padang seperti lemang tape ketan, ketupat santan. Jajanan lainnya seperti pastel, dadar gulung, klepon, pisang bolen, dan masih banyak lagi kue-kue lezat yang bisa kita nikmati, Sedangkan untuk minuman yang manis-manis, kita bisa mencicipi berbagai jenis kolak seperti kolak pisang, kolak kacang ijo, kolak ubi, dan biji salak ketan.

Semoga beberapa tempat ini bisa menjadi referensi Anda untuk berburu santapan berbuka. Namun hal terpenting untuk diperhatikan ialah kebersihan dari makanan itu sendiri, jangan karena terburu-buru untuk berbuka puasa, kebersihan juga kesehatan makanan akhirnya dilupakan. Selamat berpuasa dan selamat berburu santapan takjil.

Related posts