Emiten Baru Jadi Pemicu Likuiditas Pasar - Optimis Sesuai Target

NERACA

Jakarta - Guna menyakinkan investor bila industri pasar modal dalam negeri masih positif, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengharapkan perusahaan yang baru mencatatkan sahamnya dapat membantu meningkatkan likuiditas pasar modal Indonesia di tengah gejolak ekonomi,”Saat ini transaksi saham di BEI sudah mencapai rata-rata Rp6,8 triliun per hari. Kami berharap saham Bank Maspion mampu menyemarakkan BEI dan menambah likuiditas bursa saham di tengah gejolak ekonomi global,”kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Ito Warsito di Jakarta, Kamis (11/7).

Dia mengatakan, perseroan dapat menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik sehingga investor dapat tertarik menginvestasikan dananya pada saham perseroan.\"Kami berharap perseroan dapat menerapkan prinsip \'good corporate governance\' (GCG) dan menjadi buruan para investor,\"ujarnya.

Di tempat yang sama, Presiden Direktur Bank Maspion, Herman Halim mengatakan pihaknya optimis dapat membukukan kinerja positif pada tahun 2013 ini sehingga saham BMAS menjadi pilihan investor.

Perseroan tetap optimis dapat merealisasikan kredit hingga akhir 2013. Per Juni 2013, penyaluran kredit perseroan telah mencapai Rp3 triliun. Tercatat, sampai akhir 2013 target kredit sebesar Rp 3,4 triliun.

Selain itu, perseroan mengungkapkan, rencana bisnis bank (RBB) tahun ini mematok target kredit Rp3,4 triliun atau tumbuh sekitar 25% persen bila dibandingkan perolehan tahun 2012. Mayoritas kredit ke sektor perdagangan yaitu sebesar 75% dan sisanya usaha kecil menengah (UKM).

Sementara untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) per Juni, perseroan berhasil menghimpun hingga Rp3,3 triliun. Jumlah tersebut mayoritas masih didominasi dana mahal atau deposito dengan persentase 60%, sementara sisanya dana murah 40%. Pada debut pertama di pasar modal, saham Bank Maspion dibuka menguat 1,56% menjadi Rp325 per saham dibanding harga perdana sebesar Rp320 per lembar saham. (bani)

BERITA TERKAIT

Baru 11 Persen Sawah Terima Air dari Bendungan

NERACA Jakarta – Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah akan terus membangun bendungan untuk pengairan, mengingat baru 11 persen atau sekitar…

Investasikan Dana Rp 800 Miliar - The Parc Apartemen Bidik Pasar Milenial

NERACA Jakarta – Menyasar pasar potensial dari kalangan milenial, pengembang South City bangun The Parc Apartemen di Pondok Cabe, Tangerang…

Berburu Cuan Bisnis Perhiasan - Hartadinata Perluas Penetrasi Pasar Luar Jawa

NERACA Jakarta –Kejar pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) masih mengandalkan penambahan gerai baru. Perusahaan tahun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penetrasi Pasar di Luar Jawa - Mega Perintis Siapkan Capex Rp 30 Miliar

NERACA Jakarta – Rencanakan membuka 20 gerai baru tahun ini guna memenuhi target penjualan sebesar 14%-15% menjadi Rp 509 miliar,…

Lagi, Aperni Jual Kapal Tidak Produkif

Dinilai sudah tidak lagi produktif, PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) resmi mendivestasi aset perusahaan berupa kapal, yaitu kapal…

Rig Tender dan Petrus Sepakat Berdamai

Perkara hukum antara PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS) dengan PT Petrus Indonesia akhirnya menemui kata sepakat untuk berdamai. Dimana…