Jababeka Terbitkan Obligasi US$ 350 Juta

NERACA

Jakarta – PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) akan melakukan exchange over atau pertukaran obligasi sebanyak-banyaknya US$ 350 juta, menggantikan obligasi yang pernah diterbitkan sebesar US$ 175 juta dengan jatuh tempo pada 2020.

Rencananya, kupon obligasi yang baru diperkirakan paling besar 10% atau lebih murah dari sebelumnya, sedangkan penerbitan obligasi tersebut dengan melihat kondisi pasar terlebih dahulu, “Saat ini masih kurang kondusif untuk penerbitan obligasi baru itu. Yield diperdagangan obligasi awal antara 7,81-8,55% dan terjadi pada bulan Mei,”kata Seketaris Perusahaan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk Mulyadi Suganda di Jakarta, Kamis (11/7).

Dia menambahkan, nantinya dalam penerbitan obligasi ini tergantung dari kesepakatan antara penerbit, dalam hal ini Jababeka internasional dan investornya. Rencananya, dalam pelaksanaan penerbitan obligasi akan dilakukan di Singapura dengan eranger salah satunya adalah Standard Charterd dan diterbitkan dalam kurs dolar karena bagi perseroan dolar lebih likuid dibandingkan mata uang lainnya.

Rights Issue

Selain itu, hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) menyetujui pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) perseroan sebanyak-banyaknya 6.036.022.177 saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 250. Nantinya, dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Terbatas II setelah dikurangi biaya-biaya emisi, seluruhnya akan digunakan untuk melunasi surat sanggup atau promissory notes (PN) yang diterbitkan oleh perseroan dalam rangka akuisisi, yaitu pembelian atas 100% saham PT Banten West Java Tourism Development (BWJ) dan 21,63% saham PT Tanjung Lesung Leisure Industry (TLLI).

Menurut Direktur Utama PT Jababeka Tbk Setyono Djuandi Darmono, transaksi akuisisi ini dilakukan dengan pertimbangan adanya sinergi usaha yang didasari oleh pengalaman yang telah dimiliki oleh perseroan maupun BWJ dan TLLI dalam mengembangkan sebuah kawasan, dimana Perseroan telah memiliki pengalaman dalam mengembangkan kawasan industri terpadu sebagaimana dilakukan di Cikarang dan BWJ bersama dengan TLLI telah memiliki pengalaman dalam mengembangkan kawasan pariwisata terpadu Tanjung Lesung.

Potensi sinergi ini diharapkan dapat memberikan pertumbuhan bisnis jangka panjang bagi perseroan. Disamping itu, Tanjung Lesung memiliki prospek yang cerah sebagai kawasan pariwisata terpadu karena antara lain didukung oleh Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2011 tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3I) Tahun 2011-2025 yaitu pada Kawasan Strategis Nasional (KSN) Selat Sunda.

Penawaran pertukaran obligasi lama ke obligasi baru ini akan menerbitkan sebesar-besarnya USD 350 juta dengan kupon yang 10% lebih murah. Sedangkan obligasi lama sebesar USD 175 juta dengan kupon maksimal 11,55%. Selain itu, pada obligasi lama masa jatuh tempo akan jatuh pada tahun 2017, dan dengan melakukan exchange over dari obligasi lama maka masa jatuh tempo perseroan akan jatuh pada tahun 2020.

Pada pertukaran obligasi ini perseroan juga akan mendapatkan kupon yang lebih murah. Pelaksanaan pertukaran obligasi ini, rencananya akan dilaksanakan antara bulan Mei-Juni mendatang. Adapun untuk penerbitan Obligasi ini sendiri akan dilakukan di Singapura dengan menunjuk eranger salah satunya adalah Standard Charterd dan diterbitkan dalam kurs dolar. (nurul)

Related posts