Maspion Mencoba Keberuntungan Bisnis Properti - Investasikan Dana Rp 3,6 Triliun

NERACA

Jakarta – Melesatnya pertumbuhan bisnis properti saat ini, rupanya menjadi daya tarik Masipon Group untuk menggarap bisnis properti. Tahun ini, rencana perseroan akan membangun kawasan kota mandiri seluas 6,5 hektar di Surabaya yang terdiri dari kondotel, apartemen, mal dna perkantoran.

Executive President Maspion Group Alim Markus mengatakan, pada tahap pertama perseroan mengucurkan dana sebesar Rp 3,6 triliun dan pembangunan akan dimulai tahun depan. “Rencananya membangun kondotel dengan luas 600 ribu meter persergi untuk tahap awal dengan hitungan nilai tanah Rp 6 juta per meter dan diharapkan 10 tahun mendatang dapat selesai secara keseluruhannya,”ujarnya di Jakarta, Kamis (11/7).

Selain rencana membangun kota mandiri, Maspion Group juga akan melakukan ekspansi lainnya. Namun dia enggan membocorkan rencana ekspansi yang lain karena masih bersifat rahasia perusahaan. Sementara anak usahanya, PT Bank Maspion Tbk (BMAS) yang mencatatkan saham perdananya di pasar modal naik 1,56% menjadi Rp325 per saham dari harga yang ditetapkan perseroan sebesar Rp320.

Jumlah transaksi mencapai 88 kali dengan volume perdagangan mencapai 4608 lot dan nilainya mencapai Rp 886 juta. Sempat berada di level terbawah Rp325 dan tertinggi di posisi Rp350 per saham.

Presiden Director PT Bank Maspion Tbk Herman Halim mengatakan, tahun ini perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp40 miliar atau naik 73,9% dari laba bersih tahun sebelumnya. Hingga semester pertama tahun ini, perseroan memperoleh Rp18 miliar mendekati 50% dari target tahun ini.

Maka dengan adanya tambahan dana IPO, diharapkan target tersebut dapat tercapai dengan penambahan kredit, “Salah satu upaya mencapai target tersebut dengan meluncurkan electronic mobile banking pada September 2013. Diharapkan adanya produk baru dapat menambah 10 ribu nasabah baru. Kalau saat ini nasabah baru sebanyak 110 ribu”, ungkap dia.

Sebagai informasi, dana hasil IPO nantinya akan digunakan untuk ekspansi kredit dalam rangka pengembangan usaha. Dalam pelaksanaan IPO, perseroan menunjuk PT Makinta Securities sebagai penjamin emisi. Adapun harga penawaran perdana saham sebesar Rp 320 per saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Dana yang diperoleh dari hasil penawaran perdana saham sekitar Rp 246,40 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan pada akhir 2012, total aset Perseroan naik menjadi Rp 3,4 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,79 triliun. Pendapatan bunga bersih perseroan naik menjadi Rp 127,73 miliar pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 105,94 miliar. Laba komprehensif perseroan turun menjadi Rp23,65 miliar pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp38,68 miliar. Kewajiban Perseroan naik menjadi Rp 3,03 triliun pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,42 triliun.

Komposisi pencatatan saham PT Bank Maspion Tbk antara lain saham pendiri sebesar 3,04 miliar saham dan penawaran umum sebesar 770 juta saham. Sementara dana hasil dana IPO sebesar Rp246,40 miliar. (nurul)

BERITA TERKAIT

Kemudahan Bisnis Harus Dorong Perkembangan Wirausaha

NERACA Jakarta – Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) mengingatkan bahwa kebijakan pemerintah harus fokus meningkatkan kemudahan berusaha sebagai upaya…

Niaga Daring - Infrastruktur Internet Cepat Topang Geliat Bisnis E-Commerce

NERACA Jakarta – Pemerintahan Presiden Joko Widodo selama empat tahun ini telah berhasil membangun internet cepat di seluruh Indonesia guna…

Pemprov Jabar Minta Jasa Sarana Pertajam Rencana Bisnis

Pemprov Jabar Minta Jasa Sarana Pertajam Rencana Bisnis NERACA Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) sebagai pemegang saham…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…