Partisipasi SIF Dalam Pemberdayaan Masyarakat - Napak Tilas Kerja Sama Indonesia-Singapura

Ahmad Nabhani - NERACA

Jakarta - Hubungan diplomatik Indonesia dan Singapura sempat mengalami pasang surut lantaran di dipicu berbagai kebijakan kedua negara yang bersebrangan mulai dari sosial politik, ekonomi hingga teranyar soal pembakaran hutan di Riau yang mendapatkan respon serius dari Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong. Perdana Menteri menilai munculnya kabut asap di negara mereka karena pembakaran hutan di Sumatera Indonesia yang menyebabkan masalah pernafasan.

Dibalik perseteruan Indonesia dan Singapura soal kabut asap, pada dasarnya kedua negara memiliki kesamaan sebagai negara satu rumpun selain letak geografisnya begitu dekat. Bagi masyarakat Indonesia, Singapura kerap menjadi salah satu negara tujuan favorit untuk berekreasi.

Bukan hanya itu, Singapura juga sering kali dijadikan tujuan berobat dan tempat menjalani perawatan penyakit kritis. Pesona negeri jiran itu tidak berhenti sampai di situ. Ribuan mahasiswa Indonesia juga diketahui menuntut ilmu di sejumlah universitas di Singapura, salah satunya ialah Nanyang Technological University, salah satu kampus terbesar di Singapura.

Kini hubungan bilateral Indonesia dan Singapura mengalami banyak kemajuan dan termasuk bidang people to people contact. Bagi keduanya, peningkatan pada sektor people-to-people contact bisa mendorong sikap saling pengertian dan pertukaran budaya di antara kedua negara. \"Hubungan people-to-people contact tersebut turut ditunjang oleh adanya konektivitas antara kedua negara,\"kata Duta Besar RI untuk Singapura, Andri Hadi.

Tidak hanya di sektor pariwisata, peningkatan hubungan people to people di antara kedua negara di sektor bisnis pun meningkat. Hal tersebut ditunjukkan dengan terlaksananya sejumlah misi bisnis dan investasi pengusaha-pengusaha Singapura ke berbagai daerah di Indonesia. Oleh karena itu, Andri menyakini, hubungan diplomatik Indonesia–Singapura dipastikan akan terus meningkat dalam lima tahun ke depan.

Hal tersebut berdasarkan pertimbangan tingginya intensitas kerja sama kedua negara di berbagai bidang. Pemerintah kedua negara memiliki mekanisme dialog yang telah diselenggarakan secara reguler, antara lain pertemuan Leaders’ Retreat antara Presiden Indonesia dan Perdana Menteri Singapura, pertemuan bilateral di tingkat menteri, dan pertemuan teknis di tingkat pejabat senior dalam kerangka 7 bilateral working groups, serta kegiatan saling mengunjungi yang sangat intensif antara pejabat tinggi kedua negara.

Misi Pendidikan

Kemudian untuk mempererat kerja sama kedua negara pada level paling bawah, lembaga nirlaba Singapore International Foundation (SIF) ikut berperan aktif dalam misi sosial pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi masyarakat Indonesia, khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya. Salah satu kontribusi nyata yang diberikan SIF bersama relawannya adalah menyelenggarakan program mobil perpustakaan keliling yang diberi nama Words on Wheels (WOW Bandung). Program ini merupakan kerjasama dengan Badan Perpustajaan dan Arsip Daerah (Bapusipda) Jawa Barat.

Kehadiran mobil perpustakaan keliling ini merupakan pendekatan yang lebih kreatif untuk membuat anak-anak jadi gemar membaca. Pasalnya, persentase minat baca masyarakat Indonesia hanya sebesar 0,01%. Artinya dalam 10.000 orang hanya 1 orang saja yang memiliki minat baca. Jumlah itu jauh lebih kecil ketimbang Jepang (45%) dan Singapura (55%).

Direktur Eksekutif SIF, Jean Tan mengatakan, membaca dan belajar adalah unsur yang sangat penting untuk memberdayakan generasi mendatang. “Karena itu, WoW Bandung hadir untuk mendorong minat baca dan mengembangkan pikiran murid-murid sekolah, “ujarnya.

Menurutnya, buku merupakan pintu ilmu dan jendela melihat dunia. Membaca tiap halaman buku sama dengan membuka tiap lapis tirai dunia. Buku melahirkan pikiran-pikiran besar dunia, membentuk ideologi bahkan membangun peradaban. Program perpustakaan keliling yang menggunakan sebuah mobil boks yang telah dimodifikasi ini dilengkapi dengan 1.000 judul buku Bahasa Inggris dan Indonesia, serta akses jaringan internet dan multimedia. Dalam tiga tahun kedepan, perpustakaan keliling ini akan mengunjungi sebanyak 15 Sekolah Dasar (SD) di Bandung.

Akses Air Bersih

Tidak sampai disitu, peran SIF di Indonesia juga dilihat dari dukungan dan komitmenya terhadap akses air bersih melalui program Water for Life (lamongan). Program ini juga menjawab akan kebutuhan air bersih di Indonesia yang saat ini masih terbatas. Berdasarkan laporan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapenas) menyebutkan, sekitar 58% rumah tangga di Indonesia tidak memiliki akses terhadap air layak minum yang belum terkontaminasi.

Saat ini menunjukkan bahwa angka kematian anak masih menjadi tantangan dan diperlukan lebih banyak upaya untuk mengurangi banyaknya kasus kematian yang terjadi akibat diare, biasanya disebabkan oleh penyakit yang dapat tersebar melalui air. Hadirnya program Water for Life di Lamongan karena sekitar 75% dari sekolah yang terletak di daerah pedesaan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kesulitan memperoleh air bersih yang berkualitas dan aman untuk langsung dikonsumsi.

Padahal air, kata Gubernur SIF, Ms Jennifer Lewis adalah sumber daya yang dibutuhkan oleh semua orang dimanapun dan kapan pun untuk bertahan hidup, “Dan air milik kita semua. Model Water for Life (lamongan)adalah cara sederhana, mudah dan berkelanjutan dalam memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan pasokan air mereka dan mengadopsi praktik kesehatan dan kebersihan yang baik,\" ujarnya.

Dia menuturkan, proyek ini merupakan pemasangan tahap keempat dari program Water for Life, yang pertama kali diluncurkan oleh SIF di Kamboja pada 2010. Proyek penyediaan air minum bersih ini baru pertama kali diluncurkan di Indonesia. Melalui pemasangan 150 filter air akan diharapkan dapat mengurangi timbulnya penyakit yang dapat tersebar melalui air dengan menyediakan akses terhadap air bersih.

Tidak hanya itu, proyek ini juga akan meningkatkan kesadaran akan perlunya menjaga kebersihan dan praktek sanitasi di antara sekolah dan desa yang berpartisipasi melalui program pendidikan masyarakat dan relawan spesisalis dari Singapura.

Asal tahu saja, Water for Life (lamongan)adalah proyek yang diprakarsai dan dikelola oleh SIF, dengan sponsor dari Metro for Children Charity. Proyek ini dilaksanakan dengan bermitra bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan. Pada tahun pertama, program ini berjalan dengan memberikan penggalangan dana publik yang dilakukan oleh Metro for Children Charity didukung oleh Pioneer Junior College.

Selain itu, program kemitraan Singapore International Foundation (SIF) juga memberikan pelatihan perawatan paliatif. Sebuah pendekatan holistik yang meningkatkan kualitas hidup pasien melalui pengelolaan nyeri dan gejala, sementara mengintegrasikan dukungan emosional dari keluarga ke dalam rencana perawatan*

Related posts