Mudik Gratis, Jadi Tren CSR Perusahaan

Jelang Lebaran

Sabtu, 03/08/2013

Selain membantu masyarakat kurang mampu untuk pulang kampung, program mudik gratis juga diyakini dapat mengurangi angka kecelakaan. Tak heran jika pemerintah terus mendorong agar setiap perusahan mengadakan fasilitas mudik gratis.

NERACA

Diperkirakan, Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriyah akan jatuh pada 8-9 Agustus 2013 mendatang. Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriyah tersebut, mudik lebaran menjadi suatu rutinitas bagi perantau pulang kampung halaman untuk bersilaturahmi ketemu sanak famili.

Dibandingkan dengan tahun lalu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi jumlah penumpang mudik lebaran tahun 2013 tidak akan naik tajam. Kenaikan jumlah penumpang hanya sekitar 10% yang berasal dari semua jenis transportasi, baik darat, laut dan udara.

Selain itu, Kemenhub memprediksi dalam arus mudik lebaran nanti tetap ada peningkatan jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, yakni sepeda motor. Untuk mengangkut pemudik sepeda motor secara gratis, Kemenhub sudah menyiapkan anggaran dari APBN Rp 25 miliar. Rencananya, Sepeda motor akan diangkut menggunakan kapal laut dan truk di angkutan daratnya.

Disisi lain, pemerintah juga turut mendorong setiap perusahan mengadakan fasilitas mudik gratis bagi karyawannya. Alasannya selain membantu masyarakat kurang mampu untuk pulang kampung, program mudik gratis juga diyakini dapat mengurangi angka kecelakaan. Yang jelas, program mudik gratis tidak lain adalah upaya optimalisasi dana CSR kepada rakyat kecil.

Pada tahun ini, PT Sidomuncul kembali menggelar program mudik gratis bagi para pedagang jamu pada Lebaran tahun ini dengan menyiapkan sebanyak 310 bus. Untuk Lebaran tahun ini, setidaknya akan ada 23.000 pedagang jamu yang akan difasilitasi program mudik gratis oleh Sidomuncul yang rencananya dilangsungkan pada 2 Agustus mendatang.

Direktur Utama PT Sidomuncul Irwan Hidayat menjelaskan, program mudik Lebaran gratis merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap para pedagang jamu yang selama ini bekerja di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Dari awalnya yang hanya ditujukan bagi para pedagang jamu dan keluarganya, program mudik Lebaran gratis kemudian diperluas hingga kepada para pedagang asongan yang menjual produk-produk Sidomuncul.

"Dengan ini, mereka (pedagang jamu, red.) bisa pulang ke kampung halamannya masing-masing. Ada beberapa kota tujuan pada program mudik Lebaran gratis ini dari Barat ke Timur, paling jauh Wonogiri," kata dia.

Menurut dia, sejak 1991 hingga sekarang ini setidaknya ada sekitar 220 ribu pedagang jamu yang difasilitasi pulang ke kampung halamannya saat Lebaran oleh Sidomuncul melalui program mudik gratis itu. "Ini (program mudik Lebaran gratis) merupakan wujud rasa syukur dan terima kasih kepada para pedagang jamu yang membantu memasarkan produk Sidomuncul. Tak terasa bisa berlanjut hingga tahun ke-24," katanya.

Selain Sidomuncul, perusahaan lain yang turut menjalankan program mudik gratis adalah BNI 46. Salah satu bank besar nasional ini mengadakan mudik gratis 2013 dengan tema “Rejeki Mudik BNI 2013”. BRI memberangkatkan 200 bus tanggal 2 Agustus 2013 yang mengakomodasi 12.000 pemudik.

Indomaret, salah satu mini market terbesar di Indonesia ini dikatakan akan memberangkatkan 100 bus dari Parkir Timur Senayan, serta satu rangkaian KA.Tak mau ketinggalan, Jasa Raharja juga berencana menggelar mudik gratis 2013 pada tanggal 3 Agustus dan 4 Agustus 2013. Tanggal 3 Agustus, diberangkatkan 250 bus untuk sekitar 12.000 pemudik dan dibagi menjadi 29 trayek. Tanggal 4 Agustus pemberangkatan 36 bus.

Kurangi Kecelakaan

Pengelolaan mudik gratis secara nasional diyakini akan mampu menekan angka kecelakaan. Tingginya angka kecelakaan yang menimpa pemudik khususnya yang menggunakan kendaraan sepeda motor. Maka itu, Kemenhub mengajak para pemudik untuk memakai fasilitas mudik gratis.

Menteri Perhubungan EE Mangindaan menuturkan, melarang pemudik untuk tidak menggunakan sepeda motor memang belum dimungkinkan. Diharapkan melalui program mudik gratis ini,jumlah pemudik bermotor bisa berkurang. Dari data Korlantas Mabes Polri pada mudik Lebaran tahun 2012, sebanyak 908 orang menjadi korban kecelakaan di jalan raya. Kebanyakan dari mereka adalah para pemudik yang menggunakan sepeda motor.

"Dari data itulah kita tidak ingin kembali Lebaran ini memakan korban yang cukup banyak. Kita berupaya agar keselamatan saat mudik tetap terjaga," kata Mangindaan.

Sejauh ini, kata dia, sudah banyak masyarakat yang mendaftar langsung ke kemeterian maupun Dishub yang berada ditingkat provinsi dan kota atau kabupaten masing-masing. Agar pemudik bisa mengikuti program mudik gratis, masyarakat diminta untuk membawa surat-surat kendaraan seperti STNK dan BPKB termasuk tanda pengenal seperti SIM dan KTP.

"Nantinya motor itu bisa diangkut dengan menggunakan truk, kereta atau kapal laut. Sementara kita sediakan tiket gratis untuk dua pemudik plus satu orang anak," kata dia.