Kenali Berbagai Jenis Bahan Kaos

Kaos memang menjadi favorit banyak kalangan, selain simpel harganya pun sangat terjangkau. Tetapi ada beberapa hal yang perlu diketahui mengenai kaos, yakni jenis bahanya bahannya. Karena dengan menyesuaikan bahan dengan tujuan dan fungsinya akan memaksimalkan nilai kaos dan manfaat yang diperoleh pemakainya. Intinya, salah memilih bahan kaos malah akan merugikan pemakainya.

Katun Combed

Perlu diketahui, bahan katun Combed lebih bagus dari bahan katun biasa, karena proses Combing (penyisiran) kapas yang menyisakan hanya serat-serat paling halus dan menyingkirkan serat-serat yang pendek atau kasar.

Bahan katun combed terbuat murni 100% dari serat kapas alami. Bahan combed berkarakteristik memiliki tekstur yang halus, dingin, nyaman, dan menyerap keringat, sehingga sangat nyaman dan cocok dipakai di negara seperti Indonesia.

CVC (Cotton Viscose)

Ingin tahu, seperti apakah bahan kaos yang satu ini. Viscose sering disebut juga dengan rayon, yaitu sebuah serat sintesa selulosa organik (buatan manusia) yang biasa digunakan sebagai bahan kain. Teksturnya memiliki kesamaan mirip dengan tekstur kapas. Viscose biasanya digunakan untuk menambahkan kenyamanan pada serat sintesis dan juga menambah kecemerlangan warna.

Serat Viscose mempunyai tahanan kelembaban yang lebih tinggi, warna yang lebih bright dan tekstur yang lebih lembut dibanding kapas. Namun kain ini sangat mahal, sehingga jarang sekali tersedia di pasar Indonesia.

Teteron Cotton (TC)

Banyak bahan kain merupakan hasil dari penggabungan katun dan Polyester, salah satunya adalah Teteron Cotton atau lebih dikenal dengan TC ini. Jenis bahan TC merupakan campuran dari 35% cotton combed dan 65% polyester. Kelebihan dari bahan ini adalah lebih tahan kusut, dan tidak mudah melar meski sudah lama dipakai. Bahan TC dapat digunakan untuk santai ataupun sebagai kaos olahraga.

Carded

Jika dibandingkan dengan kain combed, cardet memiliki serat benang yang kurang halus. Tapi karena harganya relatif lebih murah dibandingkan kain katun combed, bahan cotton carded ini lebih sering digunakan untuk kaos-kaos dengan target pasar kelas menengah.

Polyester

Polyester sendiri merupakan bahan serat sintetis yang terbuat dari bahan ester (dalam hal ini hasil sampingan minyak buni yang dibuat menjadi bahanserat fiberpoly). Dibandingkan katun, kain jenis ini lebih tipis, agak kasar, dan tidak mudah menyerap keringat sehingga sangat panas ketika dipakai. Kaos dengan bahan ini biasanya sangat murah, tentu saja tidak memberikan kenyamanan bagi pemakainya.

Hyget

Jenis bahan hyget, terbuat dari plastik dan sangat tipis, oleh karena itu harganya sangat murah dan boleh dikatakan bahan jenis ini kurang layak dan nyaman untuk dijadikan kaos polos. Di Indonesia, bahan ini paling banyak digunakan untuk keperluan kampanye partai politik.

BERITA TERKAIT

Ramadan Tiba, Harga Bahan Pokok Merangkak Naik

  NERACA Jakarta – Seperti sudah menjadi rutinitas setiap tahunnya, ketika bulan Ramadan tiba maka harga bahan pokok ikut merangkak…

Redistribusi Lahan Pelepasan Kawasan Hutan Terhambat Berbagai Kendala

NERACA Jakarta – Realisasi program redistribusi lahan pelepasan kawasan hutan (lahan HGU yang sudah habis masanya, tanah terlantar dan tanah…

IIMS 2019 Kedepankan Kolaborasi Dengan Berbagai Industri

NERACA Jakarta – Kebijakan pengembangan LCEV didukung oleh pihak perbankan nasional. Sebagai contoh, PT. Bank BRI menjadi bank nasional pertama…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Tahun 2019, Pemerintah Targetkan 8 Juta UMKM Aplikasikan Tekhnologi

Pemanfaatan teknologi digital untuk bisnis, khususnya skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sudah menjadi sebuah keharusan. Sebab itu, upaya…

Pesatnya Perkembangan Pasar Modern dan Digitalisasi, Sarinah Tetap Bina UMKM

BUMN ritel PT Sarinah (Persero) menyatakan yakin bisa tetap eksis di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. Untuk itu, Sarinah tetap…

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…