Ingin Punya Sekolah - Dwi Poetra Sedjati, Senior Partner KJPP Abdullah Fitriantoro & Friends

Kerendahan hati serta semangat juang tinggi adalah kunci sukses Dwi Poetra Sedjati dalam mengembangkan karirnya di dunia jasa penilaian publik. Betapa tidak, untuk mendapatkan izin sebagai penilai, ia harus berulang kali mengikuti serangkaian tes sebelum akhirnya lulus pada tes yang kelima.

“Saya boleh dibilang merupakan orang yang pantang menyerah, saya banyak belajar dari kegagalan-kegagalan, akhirnya saya bisa mendapat izin pada tes kelima di 2000 silam. Tentunya dengan ketentuan dari Allah pula,” kata Dwi.

Sebelum memutuskan berkarir di bidang penilaian publik di kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Abdullah Fitriantoro dan Rekan, Dwi terlebih dahulu menjajal berkarir di bidang perbankan terlebih dahulu. Dan hal ini sangat bermanfaat bagi karirnya sekarang. Karena dalam dunia penilaian publik yang dibutuhkan adalah banyaknya klien yang dimiliki.

Kontan, dia pun memanfaatkan banyaknya link yang dimiliki semasa bekerja di bank. Tanpa itu semua, dia mengaku akan kesulitan mengembangkan karir profesionalnya sebagai seorang penilai publik. “Kalau sudah kenal, pasti lebih mudah,” jelas pria jebolan Elektro, Universitas Brawijaya, Malang ini.

Dalam menjalankan karir di dunia penilaian publik, Dwi sangat mengedepankan faktor trust pada semua kliennya. Baginya, faktor itu sangat penting dalam usaha dibidang penyedia jasa penilaian publik yang dilakoninya ini. Dan itu terbukti manjur, klien perusahaan yang ia bela merupakan tiga bank besar di Indonesia.

Selain itu, yang menjadi kunci suksenya berkarir sebagai seorang penilai publik karena ia begitu perhatian kepada seluruh bawahannya. Sampai-sampai ia berharap bawahannya juga turut mengikuti jejaknya dengan mengambil izin sebagai penilai publik. “Saya selalu mengatakan kepada bawahan saya untuk mengikuti test agar bisa menjadi penilai publik. Kalau tidak ya mereka harus puas dengan pekerjaan seperti sekarang ini,” terangnya.

Saat ini Dwi hanya berupaya fokus melakoni pekerjaannya sebagai penilai publik. Ia tidak pernah memikirkan berkarir di tempat lain. Walaupun beralih karir dapat ia lakukan kapanpun, tetap saja ia enggan melakukannya dan tetap memilih berkarir di bidang ini. “Kalau saya berkarir di bidang lain, akan sangat sayng izin yang saya miliki, makanya saya akan tetap fokus di sini,” papar ayah tiga anak ini.

Meski menyatakan hanya akan fokus di satu bidang saja, yakni di bidang penilai publik, bukan berarti Dwi tak punya cita-cita ke depan dalam hidupnya. Seperti yang dia katakan, dia ingin mewujudkan cita-cita mulianya sebagai bekal di akhirat nanti. Dia pun menyatakan ingin mendirikan sekolah, karena dengan mendirikan sekolah ia juga turut mencerdaskan bangsa. “Untuk hal lain belum terfikirkan, kecuali mendirikan sekolah,” kata Dwi.

Dukungan Keluarga

Bagi Dwi, karirnya akan tanpa arti jika tanpa dukungan dari orang-orang yang ia cintai. Dalam hal ini tentu dari kalangan keluarganya sendiri. Pasalnya, tanpa dukungan keluarga akan terasa sia-sia hasil pekerjaan yang ia lakoni ini. “Istri dan anak-anak sangat mendukung karir saya, rasanya tanpa doa mereka saya tidak akan sesukses saat ini,” tegasnya.

Rasa kepedulian Dwi pada keluarga tercintanya, membuat dirinya tak segan-segan melakukan hal apapun sekedar untuk bisa berkumpul bersama keluarga. Akibatnya, ketika memasuki masa liburan,\\\\ ia seringkali mengajak anak-anaknya bersantap malam di sebuah restoran.

“Walaupun bukan di restoran mahal, tapi yang jelas saya bisa bersama mereka, dan setiap pulang kampung ke Surabaya, kita selalu menggunakan mobil sendiri, jadi walaupun capek tapi semua terbayar dengan kebersamaan dengan seluruh anggota keluarga,” ucap dia.

Penggila Golf

Sebagai seorang penilai publik, Dwi memang harus terus melebarkan sayapnya dengan membangun networking yang kuat. Caranya, memang sangat banyak, tetapi Dwi lebih memilih olahraga sebagai strategi jitu mengembangkan networking.

Dwi memilih olahraga golf sebagai usaha pengembangkanan sayapnya. Menurut dia, di dalam olahraga golf terdapat beberapa unsur positif yang akan sangat bermanfaat dalam karirnya. Seperti mengedepankan kejujuran serta pengendalian emosi. Jadi secara tak sadar pemain golf juga berarti telah menunjukkan kepada orang lain bagaimana karakter mereka ketika bermain.

Ya, dari permainan golf karakter seseorang bisa terlihat. Seperti, apakah seorang itu memiliki sifat pengambil resiko, atau senang bermain safety, itu dapat terlihat dari bagaiman cara dia bermain. Nah, tentu saja itu sangat membantu Dwi mengenali klien-kliennya.

“Saya pernah membaca di sebuah buku, simpel sih apa yang dituliskan. Tapi di buku itu menjelaskan kalau pe-golf itu juga akan menunjukkan kepribadian mereka secara tidak sadar, nah dari situ kita bisa mengenali bagaimana klien kita,” kata Dwi yang juga mengaku penghobi futsal dan sepeda.

Related posts