Ramadhan Nyaman dengan Dapur Rapi

Kesulitan mencari perangkat masak saat ingin menyediakan menu berbuka atau sahur di dapur, tidak dialami satu dua orang saja. Makanya, satu kali terjadi saja sudah bikin kesal setengah mati, apalagi kalau harus setiap terjadi ketika ingin menyiapkan menu berbuka dan sahur? Wah tent sangat merepotkan bukan?

Maklum, kebanyakan orang salah perhitungan saat merencanakan dapur, terutama saat pembuatan kitchen set. Sebagian besar tertarik dengan contoh gambar dari majalah, katalog, atau hasil browsing di internet, tanpa menyesuaikannya dengan keadaan rumah sendiri.

Akibatnya, kitchen set cantik yang sudah dibuat, akhirnya tidak bisa menampung semua barang yang kita punya. Atau mungkin susunan kabinet, laci, dan raknya, tidak sesuai dengan koleksi perangkat makan dan memasak milik kita.

Sebaiknya, sebelum memesan kitchen set, konsultasikan dengan desainer yang akan membuatnya. Ceritakan apa saja kebiasaan Anda di dapur, seberapa sering memasak, berapa banyak peralatan masak dan makan yang dimiliki, piranti elektronik apa saja yang akan ditempatkan, dan sebagainya. Baru kemudian sodorkan contoh gambar atau foto kitchen set yang diinginkan.

Dengan demikian, desainer yang Anda akan tunjuk bisa mengira-ngira, apakah contoh gambar yang Anda bawa cocok untuk dapur Anda. Sang desainer juga bisa memberikan saran-saran, untuk sedikit memberi perubahan pada desain yang Anda bawa, agar sesuai dengan kebiasaan Anda di dapur.

Misalnya, untuk mereka yang memang senang mengumpulkan cangkir dan mug , bisa dibuat kabinet atau rak kaca, untuk menampungnya. Selain untuk menyimpan, rak atau kabinet kaca tadi sekaligus jadi \\\\\\\"etalase\\\\\\\" untuk memamerkan koleksi Anda. Mereka yang hobi sekali memasak, dan punya banyak jenis sendok dan perangkat masak yang lengkap, mungkin perlu dibuatkan laci dengan banyak bagian terpisah di dalamnya. Dengan demikian setiap perangkat punya tempat masing-masing, tidak saling bercampur.

Jadi masalahnya bukan cuma rapi atau tidak rapi, tapi rapi yang sesuai dengan kebutuhan si empunya dapur. Kalau dapur sudah terencana dengan baik, dijamin akan mengurangi rasa kesal alias keki, karena harus menghabiskan waktu mencari barang yang diperlukan. Nah, untuk memperoleh dapur yang menyenangkan, perhatikan beberapa hal penting di bawah ini.

Pertama, jaga agar warna tembok dapur tidak lebih dari dua warna. Selain akan mengganggu aktivitas dan psikologi pengguna, warna yang beragam membuat dapur terkesan sesak.

Kedua, gunakan warna handel pintu, lemari, dan laci kabinet sebagai aksen. Warna stainless steel mampu membuat suasana lebih dingin dan terkesan ringan.

Dan yang ketiga, jangan takut memanfaatkan warna perabot makanan, seperti piring, cangkir, toples, dan nampan, sebagai elemen dekoratif. Warna perabot juga dapat membuat dapur lebih semarak. Meski demikian, perhatikan pilihan warnanya. Hindari warna yang kontra dengan tema warna ruangan.

Related posts