Keutamaan Ramadhan

Keutamaan Ramadhan

Dari sejumlah literatur, ada banyak keutamaan dari bulan Ramadhan yang diyakini kaum muslimin. Sumbernya dari Alquran maupun Hadist.

Pertama, bulan diturunkannya Alquran sebagai petunjuk bagi manusia untuk membedakan hal yang benar atau haq, dan yang batil (salah). (QS: Albaqarah: 185).

Kedua, adanya perintah berpuasa kepada seluruh kaum muslim pengikut Muhammad SAW, untuk meraih ketakwaan. (QS Albaqarah: 183)

Ketiga, puasa Ramadhan akan memberikan kepada pelakunya syafaat pada Hari Kiamat. Rasulullah SAW bersabda, “Puasa dan Alquran akan memberikan syafaat untuk seorang hamba pada Hari Kiamat.” (HR Ahmad dan al-Hakim).

Keempat, puasa Ramadhan adalah perisai penghalang dari godaan hawa nafsu dan benteng yang kokoh dari siksa api neraka. Rasul SAW bersabda, “Puasa (Ramadhan) merupakan perisai dan benteng yang kokoh dari siksa api neraka.” (HR Ahmad dan al-Baihaqi).

Kelima, puasa Ramadhan bisa menjadi kaffarah (penghapus) dosa-dosa hamba. Nabi SAW, bersabda, “Fitnah seseorang terhadap keluarga, harta, jiwa, anak dan tetangganya dapat ditebus dengan puasa, shalat, sedekah, serta amar makruf dan nahi mungkar.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Keenam, pada bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu; sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Jika datang bulan Ramadhan pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Ketujuh, Allah SWT memberikan keistimewaan kepada umat yang berpuasa Ramadhan dengan menyediakan satu pintu khusus di surga yang dinamai ar-Rayyan. Sabda Nabi SAW, “Pintu ar-Rayyan hanya diperuntukkan bagi orang-orang berpuasa, bukan untuk selain mereka. Bila pintu tersebut sudah dimasuki oleh seluruh rombongan ahli puasa Ramadhan, maka tak ada lagi yang boleh masuk ke dalamnya.” (HR al-Bukhari, Muslim dan Ahmad).

Kedelapan, Allah SWT memberikan balasan langsung kepada orang-orang yang berpuasa, sebagaimana sabda Nabi SAW, “Setiap amalan Anak Adam, kebaikannya dilipat­gandakan menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, ‘Kecuali puasa. Sesung­guhnya, amalan puasa itu adalah (khusus) bagi-Ku dan Aku yang akan memberikan pahalanya karena (orang yang ber­puasa) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.’” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Kesembilan, bau mulut orang yang berpuasa Ramadhan, di sisi Allah pada Hari Kiamat nanti, lebih wangi dari bau minyak kesturi (HR al-Bukhari dan Muslim).

Kesepuluh, puasa Ramadhan akan memasukkan pelakunya ke dalam surga. Abu Umamah ra pernah berkata kepada Nabi SAW, “Wahai Rasulullah, perintahlah saya untuk mengerjakan suatu amalan, yang dengannya, saya dimasukkan ke dalam surga.” Beliau bersabda, ‘Berpuasalah, karena (puasa) itu tak ada bandingannya.’” (HR Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, An-Nasa`i dan Ibnu Hibban).

Kesebelas, ada satu malam di sepuluh malam terakhir yang amalannya setara dengan amalan yang dikerjakan selama seribu bulan. Malam itu disebut malam Lailatul Qadar. “Malam kemuliaan itu (Lailatul Qadr) lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan.” (Al-Qadr: 3-4). (saksono)

Related posts