BI Siap Penuhi Kebutuhan Transaksi Masyarakat

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan telah menyiapkan pemenuhan kebutuhan transaksi masyarakat dengan sistem pembayaran tunai dan nontunai dalam menyambut Ramadan dan Idul Fitri 1434 Hijriah/ Tahun 2013. \"Berbagai langkah telah dilakukan dengan cara mengoptimalkan distribusi dan persediaan uang tunai di kantor pusat, dan kantor-kantor perwakilan BI dalam negeri,\" kata Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacobs, melalui keterangan pers di Jakarta, Rabu (10/7).

Jacobs mengatakan, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, selama periode Ramadan dan Idul Fitri umumnya terjadi peningkatan kebutuhan akan uang tunai dan sistem pembayaran nontunai. Tahun ini diperkirakan akan terjadi kenaikan sekitar 20%, antara lain dipengaruhi oleh faktor pembagian gaji ke-13 PNS/TNI/Polri dan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM).

Bank Indonesia memproyeksikan kebutuhan uang masyarakat periode Ramadan dan Idul Fitri 2013 sebesar Rp103,1 triliun atau meningkat sebesar Rp17,4 triliun dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya. Kebutuhan akan uang pecahan besar/UPB diproyeksikan Rp93,4 triliun dan uang pecahan kecil/UPK diproyeksikan sebesar Rp 9,7 triliun \"Bank Indonesia meyakini dapat memenuhi kebutuhan uang periode Ramadhan dan Lebaran tahun ini, baik dari sisi jumlah total maupun jumlah per pecahan,\" ujar Jacobs.

Infrastruktur dan layanan sistem pembayaran nontunai juga telah disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan transaksi pembayaran nontunai (RTGS, kliring) yang volume transaksinya selalu meningkat rata-rata 14% di atas transaksi normal harian. Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, sejak 1 Mei 2013, batas maksimum transfer dana melalui kliring telah ditingkatkan hingga Rp500 juta per transaksi.

Batas ini juga didukung dengan sistem transfer dana \"close to real time\" Si Kilat (Sistem Kliring Kini Lebih Cepat). Kliring diharapkan dapat menjadi alternatif bertransaksi secara cepat dan murah. Dalam menghadapi lonjakan transaksi RTGS dan Kliring ini, BI akan bekerja sama dengan Perbankan bahkan akan menambah jam layanan operasional apabila diperlukan.

Di samping itu, untuk memfasilitasi kebutuhan transfer dana, per tanggal 15 Juli 2013, transfer dana antar jaringan pembayaran domestik (melibatkan perbankan anggota dari jaringan ALTO, ATM Bersama dan PRIMA) serta transfer dari orang ke orang (P to P transfer) melalui operator telekomunikasi (Indosat, Telkomsel, dan XL) sudah dapat digunakan.

Untuk memenuhi kebutuhan UPK masyarakat di wilayah Jakarta dan sekitarnya, BI bekerja sama dengan 12 bank menyediakan layanan penukaran di Monas pada 10 Juli hingga 2 Agustus 2013, pukul 9.00 hingga 14.00 WIB. \"Untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat, penukaran dapat dilakukan dengan membawa kartu atm/debit dan kemudian dananya ditukarkan dengan UPK,\" kata Jacobs.

Layanan penukaran juga disediakan di 60 titik kantor bank, stasiun kereta api (Kota, Gambir, Senen, Tanah Abang dan Jatinegara), serta pasar-pasar tradisional. Untuk di wilayah lainnya, Kantor Perwakilan BI di daerah-daerah juga telah bekerja sama dengan bank-bank untuk menyediakan layanan penukaran UPK di berbagai lokasi. Seluruh layanan penukaran ini bersifat cuma-cuma.

Untuk memadukan layanan pembayaran tunai dan nontunai, pada layanan penukaran di Monas BI bekerja sama dengan bank penerbit uang elektronik menyelenggarakan penukaran uang elektronik tanpa biaya. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar semakin sering menggunakan alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) terutama uang elektronik untuk keamanan dan kenyamanan bertransaksi, sebagai alternatif uang kertas dan uang logam terutama uang pecahan kecil. [ardi]

Related posts