Arus Angkutan Barang Dihentikan H-5 Lebaran

NERACA

Jakarta – Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan bahwa angkutan barang akan dihentikan pada H-5 menjelang lebaran. Hanya beberapa jenis barang pokok saja yang diperbolehkan lewat, selebihnya dihentikan untuk mendukung arus mudik lebaran.

“Untuk angkutan barang, sampai H-5 kami stop. Yang boleh hanya sembako, Pertamina, dan air, karena itu harus berjalan terus. Tapi kami minta truk pengangkut dengan sumbu hanya dua ke bawah. Karena kalau yang di atas dua sumbu itu lambat sekali jalannya, justru menghambat pemudik,” kata Mangindaan di seusai Rakor mempersiapkan hari-hari besar keagamaan di Jakarta, Rabu (10/7).

Mengenai angkutan lebaran, Menteri Perhubungan mengaku sudah siap dan mempunyai konsep manajemen agar kemacetan dapat diatasi. “Persiapan lebaran kami bersama PU (Kementerian Pekerjaan Umum), Polri, Kesehatan (Kementerian Kesehatan), termasuk Pertamina, kami sudah siap. Terutama, kami berusaha melayani semua moda transportasi penumpang,” kata Mangindaan.

Khusus untuk menghadapi ramadhan dan lebaran ini, lanjut dia, ada SOP (Standard Operational Procedure) yang disampaikan pada seluruh operator di lapangan termasuk kapal-kapal negara dan perintis. “Prioritaskan untuk kebutuhan masyarakat menghadapi lebaran,” kata dia.

Mangindaan mengaku belum mendapati suatu kendala besar, kecuali penumpukan yang sedang ramai di Tanjung Priok. Dia berjanji dalam satu minggu ini sudah bisa diatasi, terutama ketersediaan dry port dengan segala aparat yang bertugas di sana, termasuk Bea Cukai.

“Terjadinya penumpukan memang karena tren masuknya peti kemas tinggi sekali dalam 1-2 bulan terakhir ini. Ditambah lagi Kalibaru sedang siapkan alat konstruksi bersilang-silang di pelabuhan sana, sehingga terjadi keterlambatan-keterlambatan,” kata Mangindaan.

Hal tersebut, lanjut dia, diperparah dengan dry port yang belum optimal. Lalu ada perusahaan-perusahaan yang barangnya sudah bisa dikeluarkan, tapi tidak dikeluarkan.

“Kami sedang berpikir sanksi apa, antara lain pemaksaan. Di samping itu aparatur untuk beroperasi 1x24 jam sudah kita atur, tidak ada lagi pembatasan, karena untuk mempercepat keluar masuk barang,” kata dia.

Sepeda motor menjadi salah satu fokus utama Kementerian Perhubungan. Peningkatan jumlahnya yang sampai 6% dibanding tahun lalu tentu saja akan meningkatkan arus sepeda motor ketika mudik.

“Kita antisipasi ini, sepeda motor kita berusaha naikkan ke kapal, sudah kami umumkan. Kemudian naikkan ke kereta api. Semuanya gratis. Belum bisa kita perkirakan berapa puluh ribu yang bisa kita angkut, tapi sementara untuk 30-35 ribu sepeda motor sudah bisa kita angkut supaya tidak lewat jalan raya. Karena korban yang lalu banyak dari sepeda motor. Dealer-dealer juga sudah siap angkut secara gratis. Motor naik truk, penumpang naik bis, itu cukup besar jumlahnya dari dealer,” kata Mangindaan. [iqbal]

Related posts