Transaksi Jangka Pendek Jadi Pilihan - Hindari Risiko Pasar

NERACA

Jakarta - Ditengah suasana pasar modal yang kurang bagus seperti saat ini, transaksi jangka pendek menjadi pilihan bagi para investor untuk mengurangi risiko pasar. Menurut praktisi pasar modal Lucky B.Purnomo, saat ini IHSG masih berpotensi melemah atau dengan kata lain rawan koreksi, karenanya kemungkinan resiko lebih besar sehingga lebih baik melakukan transaksi jangka pendek.“Ada 3 sektor wajib dikoleksi investor yaitu sektor perdagangan, sektor manufaktur dan sektor industri dasar. Namun ada beberapa emiten yang menjadi pilihan bagus untuk sektor-sektor tersebut”, ujar dia kepada Neraca di Jakarta, Rabu (10/7).

Pada sektor perdagangan atau ritel, dia memilih saham Matahari (LPPF), Media Nusantara Citra (MNCM) dan Grup Lippo (LPKR) untuk dikoleksi. Sementara sektor manufaktur, dia menyarankan untuk Astra dan GJTL, dan untuk industri dasar Semen Indonesia, Indocement dan Holcim.

Selain saham pilihan yang perlu dikoleksi, Lucky juga menyarankan agar tidak mendekati sektor pertambangan untuk sementara waktu ini seperti saham Andaro, Antan dan PTBA. “Kedepannya IHSG diuji secara psikologis diposisi 4.450 sehingga jika mau transaksi dengan sektor ini harus perketat kemungkinan ambil rugi”, ungkap dia.

Sementara untuk sektor transportasi dan konsumsi yang pendapatannya meningkat disaat puasa dan lebaran nanti, Lucky menganggap sektor tersebut belum tentu sahamnya ikut terangkat.“Untuk sektor riil seperti dua sektor tadi dan telekomunikasi, memang memberi dampak positif dengan penjualan yang meningkat, namun untuk sahamnya belum tentu. Karena ada sentimen global yang masih berdampak negatif, kemungkinan untuk menguat juga terbatas,”ujarnya.

Selain itu, menurut dia ditinjau dari berbagai sudut, sektor tersebut masih kurang menarik dikarenakan sentimen pasar yang masih negatif tersebut. “Perkiraan saya setelah lebaran akan membaik dalam arti tingkat fluktuatif lebih normal dibandingkan saat ini”, tambahnya.

Dia juga menambahkan, di tahun politik nanti kondisi pasar akan jauh lebih atraktif dari saat ini. Hal ini didorong oleh pelaku pasar yang menunggu sentimen-sentimen positif dari pemangku kepentingan yang akan terpilih nanti.

Pada sesi pertama perdagangan Rabu (10/7) , IHSG ditutup menguat 56,20 poin (1,28%) ke posisi 4.460,001. Level terendah 4.413,591 dan tertinggi 4.465,469. Investor asing masih lakukan aksi jual hingga Rp 296,6 miliar.

Selain itu, bursa saham Eropa pada pembukaan waktu yang sama juga menguat. Indeks saham Stoxx Europe menguat 0,2% ke level 295.27. Lalu indeks saham Inggris FTSE 100 menguat 0,3% ke level 6.530,33. Indeks saham Perancis CAC 40 naik 0,3% ke level 3.854,48. Indeks saham Jerman DAX 30 menguat 0,2% ke level 8.074,06.

Saham Burberry Plc juga alami kenaikan 5,4%. Saham Danish Insurance menguat 2,3% setelah laba kuartal kedua mengalahkan ekspektasi. Sentimen lain yang mempengaruhi bursa saham yaitu pimpinan The Fed Ben Bernanke akan memberikan pidato pada pekan ini. (nurul)

Related posts