BPK Bentuk e-Audit - Wujudkan SNSI

NERACA

Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan membentuk pusat data keuangan yang akan digunakan untuk melakukan pemeriksaan secara elektronik atau e-audit. Anggota BPK, Sapto Amal Damandari mengatakan, pusat data tersebut akan terhubung secara online dengan data yang dimiliki entitas atau pihak yang diperiksa.

\"Kami mengharapkan dukungan kementerian dan lembaga (K/L) demi suksesnya pengembangan pembentukan pusat data keuangan negara,\" kata Sapto, seperti dikutip dari laman BPK, Rabu (10/7). Menurut dia, sesuai fungsi dan kedudukannya, BPK akan terus mendorong peningkatan kualitas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang salah satunya dengan mengembangkan pembentukan pusat data keuangan yang dinamakan Sinergi Nasional Sistem informasi (SNSI).

Dia juga mengatakan pelaporan keuangan yang baik tidak hanya berujung dengan tercapainya opini wajar tanpa pengecualian (WTP), namun dapat menjadi sumber informasi yang sangat strategis dalam pengambilan keputusan untuk pencapaian tujuan berbangsa dan bernegara.

Sapto mengingatkan bahwa pemberian opini dalam pemeriksaan laporan keuangan oleh BPK dimaksudkan untuk menilai kewajaran penyajian laporan keuangan. Pemberian Opini tidak dimaksudkan untuk menilai kinerja dan menghapus korupsi. \"Opini WTP adalah terkait dengan kewajaran penyajian laporan keuangan. Opini WTP tidak dimaksudkan untuk menilai kinerja satu entitas dan tidak pula untuk menghapus perbuatan melawan hukum atau korupsi yang terjadi di kementerian/lembaga,\" tegasnya.

Sebelumnya, BPK menargetkan aplikasi e-audit akan mulai efektif pada 2015 mendatang. BPK sudah melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan seluruh entitas, termasuk 33 provinsi di Indonesia. [ardi]

BERITA TERKAIT

Wakil Ketua MPR RI - Demokrasi Ikhtiar Wujudkan Cita-cita Bangsa

Mahyudin Wakil Ketua MPR RI Demokrasi Ikhtiar Wujudkan Cita-cita Bangsa Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Mahyudin mengatakan demokrasi merupakan…

IAPI Menilai Tidak Tepat Audit Investigasi Tiga Pilar

NERACA Jakarta – Manajemen PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) dinilai berlebihan karena mengumumkan hasil audit investigasi laporan keuangan…

BI Banten Bentuk "BI Corner" dan "BI Jangkau" di Lebak

BI Banten Bentuk "BI Corner" dan "BI Jangkau" di Lebak NERACA Lebak - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Banten membentuk "BI…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Anehnya Boikot Uni Eropa Terhadap Sawit Indonesia

      NERACA   Jakarta – Industri kelapa sawit Indonesia menjadi penopang terhadap perekonomian. Data dari Direktorat Jenderal Pajak…

Meski Naik, Struktur Utang Indonesia Dinilai Sehat

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai struktur utang luar negeri (ULN) Indonesia yang naik 4,8 miliar…

Pentingnya Inklusivitas Sosial untuk Pertumbuhan Berkualitas

    NERACA   Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyatakan, inklusivitas sosial atau memastikan seluruh warga mendapatkan…