Marak Aksi Korporasi Cerminan Pasar Modal Positif

NERACA

Jakarta – Guna mematahkan penilaian negatif seperti yang dilansir perusahaan investasi asing Morgan Stanley yang menurunkan proyeksi ekuitas domestik, maka industri pasar modal perlu banyak melakukan aksi korporasi yang membuktikan bila industri pasar modal dalam negeri masih positif.

Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Pasar Modal, Nurhaida mengatakan, maraknya aksi korporasi dapat menjadi landasan bahwa industri pasar modal Indonesia masih positif ke depannya, “Banyaknya perusahaan yang melakukan aksi korporasi di pasar modal seperti penawaran umum perdana saham (IPO), \'right issue\' (penawaran umum terbatas), penerbitan surat utang (obligasi) diharapkan dapat menjadi landasan positifnya industri,”kata dia di Jakarta kemarin.

Dia mengakui, saat ini kondisi eksternal maupun internal cenderung kurang kondusif bagi industri keuangan nasional sehingga saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) cenderung mengalami pelemahan.

Sepanjang tahun ini, pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia naik tipis sebesar 2,02% menjadi 4.403,80 poin dibandingkan posisi akhir Desember 2012 di 4.306,69 poin.

Menurutnya, salah satu sentimen negatif dari internal yakni, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sehingga menyebabkan meningkatnya inflasi. Sementara dari eksternal, bank sentral AS (The Fed) yang merencanakan pengurangan stimulus menambah sentimen negatif bagi pasar keuangan.

Kendati demikian, dirinya menyakini, sentimen negatif itu hanya sementara dan pasar keuangan nasional akan kembali stabil. Sedangkan Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen mengemukakan, selama 2013 sebanyak 23 perusahaan telah resmi mencatatkan sahamnya di pasar modal sehingga target IPO sebanyak 30 perusahaan optimis tercapai.\"Tahun ini sudah ada sebanyak 23 perusahaan mencatatkan sahamnya di BEI, kami optimis target 30 perusahaan dapat tercapai,”tandasnya.

Dia menambahkan, cukup maraknya pelaksanaan IPO merupakan salah satu petanda positif bahwa industri pasar modal masih memiliki ruang pertumbuhan ke depannya.\"Sejauh ini pasar modal masih dapat menahan sentimen negatif terutama dari global,”paparnya.

Oleh karena itu, dia berharap perusahaan yang baru mencatatkan sahamnya di pasar modal, dapat turut memberikan kontribusi pertumbuhan bagi pasar modal Indonesia. Direktur Capital Market Mandiri Sekuritas, Laksono Widodo pernah mengungkapkan, alternatif pembiayaan di pasar modal melalui mekanisme penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO) masih menarik di tahun ini.

Di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, menurut dia, pasar modal Indonesia sejauh ini telah menunjukkan kinerja yang positif. Selain itu, kebutuhan pembiayaan untuk pengembangan usaha perusahaan pada saat ini masih cukup tinggi. Oleh karena itu, sejumlah perusahaan masih percaya untuk melepas sahamnya ke publik di lantai bursa. (bani)

Related posts