Pelajar SD Boyong Empat Medali Emas - Ajang BIMC 2013

NERACA

Matematika menjadi sangat penting seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju. Sebagai salah satu ilmu dasar yang memiliki nilai esensial, Matematika dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan. Pelajaran yang kerap dianggap sebagai momok menakutkan bagi pelajar ini, justru menjadi jalan yang membuat harum Indonesia.

Hal ini dapat dilihat dari prestasi para pelajar Sekolah Dasar yang menyabet medali emas di ajang kompetisi Matematika internasional. Pada Bulgaria Internasional Mathematics Competition (BIMC) 2013, di kota Burgas, Bulgaria, baru-baru ini, pelajar sekolah dasar Indonesia berhasil meraih 4 medali emas. Medali emas tersebut terdiri atas dua untuk kategori individu, satu emas untuk kategori tim kontes, dan satu lagi untuk kategori penghargaan grup.

Selain itu, SD Indonesia juga berhasil meraih lima medali perak, tiga medali perunggu untuk kategori individu. Satu perak dan satu perunggu untuk kategori Team Contest serta dua perak untuk Group Prizes, demikian Fungsi Pensosbud KBRI Sofia Dina Martina kepada Antara London, Sabtu.

Medali emas kategori individu tingkat SD diraih Kinantan Arya Bagaspati dan Leonardo Irvin Pratama. Medali Perak oleh Dick Jessen William, Hardyanshel Kesuma, Peter Aristo Hadi Gunawan, Alfian Edgar Tjandra, dan Kezia Aurelia Cendranata. Perunggu oleh Muhammad Surya Siddiq, Abdullah Azzam, dan Chaterine Charles.

Sementara untuk tingkat SMP, pelajar Indonesia berhasil meraih dua medali emas, satu perak, tujuh perunggu, empat merit untuk kategori individu.Prestasi ini cukup membanggakan mengingat soal-soal tes pada BIMC yang diselenggarakan pada 1 sampai 4 Juli dirasakan lebih sulit dibandingkan soal-soal tes pada BIMC tahun-tahun sebelumnya sebagaimana diungkapkan para ketua delegasi Negara-negara peserta.

BIMC merupakan salah satu kompetisi matematik internasional tahunan bergengsi yang diselenggarakan sejak tahun 2003 di setiap negara yang berbeda. Kompetisi dinamakan sesuai dengan nama negara penyelenggara. Kali ini, kompetisi diselenggarakan oleh Kementerian pendidikan dan Ilmu pengetahuan Bulgaria bekerjasama dengan Municipality Burgas, Persatuan Ahli Matematika Bulgaria dan Sekolah Matematika “Academic Obreshkov “ Burgas.

Keikutsertaan Indonesia pada BIMC ini adalah yang keenam kalinya. Delegasi pelajar Indonesia yang terdiri atas 16 pelajar SD dan 16 SMP tersebut dipimpim oleh Elvira dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan beberapa guru pendamping.

BIMC diikuti oleh sekitar 500 pelajar dari 29 negara peserta dan empat benua yaitu Indonesia, China, Hongkong, Bangladesh, India, Thailand, Iran, Jepang, Kazastan, Korea Selatan, Makau, Malaysia, Mongolia, Nepal, Filipina, Sri Lanka, Taiwan, Vietnam (Asia); Rumania, Rusia, Bulgaria, Belanda, Cyprus (Eropa); Afrika Selatan, Nigeria, Suriah, Zimbabwe (Afrika); dan Amerika Serikat, Meksiko, Kanada (Benua Amerika).

BERITA TERKAIT

DEFISIT APRIL 2019 TERBESAR SEJAK JULI 2013 - NPI Alami Defisit Hingga US$2,5 Miliar

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia (NPI) pada April 2019 defisit sebesar US$2,50 miliar. Defisit tersebut disebabkan oleh…

Empat Kelurahan di Kota Sukabumi Rentan Rawan Pangan

Empat Kelurahan di Kota Sukabumi Rentan Rawan Pangan NERACA Sukabumi - Sebanyak empat kelurahan di wilayah Kota Sukabumi rentan rawan…

Dongkrak Ekspor Perikanan, KKP Ikut serta Pada Ajang SEG 2019 di Belgia

NERACA Jakarta - Kementerian Kelauatan dan Perikanan (KKP) terus berupaya mendongkrak ekspor produk perikanan dan kelautan, salah satu langkah yang…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Merajut Jaring Literasi Baca Anak

    "Halo, perkenalkan, namaku Ceta. Aku mau ajak teman-teman di sini untuk bermain tebak-tebakan. Mulai dari kelompok perempuan dulu,…

Tips Mengajak Anak Berpuasa

    Memasuki Ramadan, maka umat Islam akan mulai ibadah puasa. Tidak jarang anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan pun…

Pentingnya Peran Peneliti untuk Mitigasi Bencana

  Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sri Sunarti Purwaningsih menilai pentingnya peran peneliti dan…