Memilih Desain Mushola yang Tepat

Mushola mungkin menjadi kebutuhan bagi sebuah hunian islami, selain memudahkan saat beribadah, memiliki mushola didalam rumah kita sendiri membuat kita lebih kusyu dalam menjalankan sebuah ibadah. Namun terkadang kita kebingungan saat mendesain sebuah mushola yang tepat untuk hunian kita. Berikut ini adalah beberapa jenis mushola yang bisa menjadi referensi kita dalam membuat mushola di sebuah hunian.

Mushola Skylight

Mushola Skylight, tak selalu ditempatkan di ruang utama. Untuk desain ini anda bisa menggunakan plafon berupa skylight berbentuk bulat yang memberi nuansa lain pada mushola. Mushola dengan desain ini bisa dibangun di bagian paling depan atau paling belakang hunian anda atau menyatu dengan ruang keluarga. Tujuannya, selain dimanfaatkan oleh penghuni rumah, mushola juga bisa untuk pengajian bersama para tamu. Atau untuk menjamu tamu saat buka puasa bersama. Letakkan area wudhu di antara mushola dengan ruang keluarga.

Mushola Gantung

Mushola Gantung, yang bisa ditempatkan di lantai dua rumah anda. Desainnya mendekati teras yang dipagari kayu atau sedikit ke bentuk mezanin. Ruangan mushola berbentuk terbuka tanpa pintu dan tanpa dinding pembatas. Ini agar udara tetap mengalir vertikal dari atas ke bawah atau sebaliknya. Anda bisa membuat lantai mushola lebih rendah sekitar 30 sentimeter dibanding lantai ruang lainnya. Perbedaan tinggi lantai ini untuk mempertegas fungsi ruang. Dilihat dari lantai satu, mushola ini terlihat menggantung.

Mushola Beratap

Mushola Beratap, yang dibangun di lantai dua atau lantai paling tinggi di rumah anda. Buatlah atap mushola berbentuk kubah agar lebih menyerupai mesjid. Lantainya lebih baik berbahan kayu untuk kenyamanan saat beribadah, sementara dindingnya tetap berbahan bata merah dengan variasi kayu. Letakkan kubah di tengah-tengah mushola dengan diameter yang disesuaikan dengan luas mushola. Gunakan bahan akrilik transparan sebagai penutup kubah untuk memberi kesan estetika, sekaligus berfungsi sebagai jendela di atap yang juga berfungsi agar cahaya bisa terus menerangi seluruh ruangan.

Mushola Panggung

Mushola Panggung, yang bisa dibuat di dalam rumah dengan memanfaatkan ruang yang tak terpakai. Buka sekat ruangan dan jadikan sebagai ruang terbuka. Untuk membedakan dengan ruang lainnya, tinggikan lantai sekitar 30 hingga 40 sentimeter, dan beri karpet tebal. Letakkan lemari kecil di sudut ruangan untuk meletakkan peralatan shalat atau buku-buku agama. Beri penerangan yang memadai sesuai dengan luas mushola. Jangan lupa meletakkan lukisan kaligrafi di dinding mushola.

Mushola Taman

Mushola Taman, jika ingin memisahkan mushola dari rumah, maka taman bisa menjadi alternatifnya. Di antara taman nan asri dan menenangkan anda bisa melakukan aktivitas ibadah dengan lebih khidmat. Namun usahakan jangan sampai terlalu jauh dengan rumah utama, agarmobilitas tak terlalu menguras tenaga. Buatlah mushola berukuran minimal 2,5 meter x 2,5 meter berlantai kayu. Untuk lebih memberikan kesan teduh, gunakan karpet berwarna hijau begitu pula interior lainnya agar serasi dengan suasana taman.

Related posts