Manfaat Puasa untuk Kesehatan

Meskipun untuk sebagian orang menjalankan ibadah puasa cukup berat, tetapi di dalamnya juga terdapat banyak manfaatnya, salah satunya demi menjaga kesehatan.

NERACA

Puasa merupakan aktivitas ibadah wajib bagi umat muslim di seluruh dunia. Saat berpuasa tubuh menahan rasa haus dan lapar selama kurang lebih 14 jam. Kebanyakan orang salah mengartikan berpuasa, banyak yang terlihat lesu dan lemas di siang hari. Ubah persepsi seperti ini, karena kenyataannya justru berbanding terbalik. Puasa ternyata memiliki banyak sekali manfaat bagi tubuh, terutama untuk kesehatan.

“Banyak manfaat puasa untuk kesehatan seperti dapat mengatasi tekanan darah tinggi tanpa pengobatan medis, serta menurunkan kadar gula dalam darah dan kolestrol,” tuturnya Pakar Gizidan Ahli Makanan Sehat Alami, Wied Harry Apriadji.

Menurutnya hal ini dapat terjadi karena saat berpuasa kelenjar pankreas mempunyai waktu beristirahat sehingga tidak terus mengolah zat gula. Pankreas mengeluarkan insulin yang dapat menetralkan gula menjadi zat tepung dan lemak yang dikumpulkan didalamnya.

Bahkan ahli medis di Amerika menyatakan bahwa, selama berpuasa tubuh memproduksi enzim yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Dan luar biasanya, enzim tersebut hanya diproduksi saat kita berpuasa.Maka dari itu puasa dapat meningkatkan sistem imun pada tubuh. Sehingga, daya tahan tubuh lebih kuat melawan penyakit.

Penelitian lain mengatakan dengan berpuasa selama 3-4 minggu berturut-turut adalah proses detoksifikasi paling baik. Karena saat berpuasa mikroba dan bakteri penyebab penyakit dapat dibersihkan.

Puasa juga membantu tubuh cepat menggantikan sel-sel dan hormon yang sudah rusak. Karena saat menahan lapar selama kurang lebih 14 jam. Dan baru kita makan dalam waktu beberapa jam. Metode seperti ini baik bagi tubuh untuk membentuk sel-sel baru.

Banyak Manfaatnya

Puasa Ramadan selama satu bulan penuh maka akan memberikan manfaat untuk kesehatan pencernaan kita semuanya. Kita ketahui bahwasannya organ pencernaan kita juga sangat jarang untuk berhenti beraktifitas.

Maka dengan menunaikan ibadah puasa ramadan selama 30 hari ini akan membantu mengistirahatkan organ pencernaan kita serta juga perut dari kelelahan bekerja yang terus menerus dalam 11 bulan, dan juga membantu mengeluarkan sisa makanan dari dalam tubuh, memperkuat badan kita juga yang akan berdampak kepada peningkatan status kesehatan kita tentunya.

Kemudian racun dalam tubuh kita akan bisa dibersihkan dengan melalui ibadah puasa ini. Puasa adalah juga merupakan bagian dari terapi detoksifikasi yang paling tua dalam sejarah peradaban manusia di muka bumi ini. Dengan berpuasa, berarti kita juga akan membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita sehingga hal ini akan menghasilkan enzim antioksidan yang akan dapat membantu dalam membersihkan zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh.

Sedangkan puasa bagi ibu hamil dan menyusui. Dalam sebuah penelitian mengenai puasa pada ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok tidak hamil dan tidak menyusui di perkampungan Afika Barat. Dari hasil penelitian tersebut maka didapatkan sebuah kesimpulan bahwasannya tidak terdapat perbedaan kadar glukosa serum, asam lemak bebas, trigliserol, keton, beta hidroksi butirat, alanin, insulin, glucagon dan hormon tiroksin pada kelompok yang dijadikan sebagai sumber penelitian tersebut.

Maka hal ini juga mengisyaratkan bahwasannya memang ibu hamil dan menyusui juga diperbolehkan untuk berpuasa bulan Ramadhan juga. Untuk itu juga diperlukan bagaimanacara tips menjaga kesehatan ibu hamil berpuasajuga tentunya.

Dengan menjalankan dan menunaikan puasa pada bulan Ramadhan juga akan bisa berdampak pada peningkatan sistem kekebalan imunitas tubuh seseorang. Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalani kenaikkan pesat. Dengan kenaikan yang cukup signifikan hal ini akan berpengaruh terhadap peningkatan kekebalan tubuh kita.

Selain itu dengan mengikuti pola makan yang sehat saat berbuka dan sahur, puasa dapat membantu mengontrol kebiasaan makan berlebih. Nah, ternyata banyak sekali manfaat puasa. Jadi bukan alasan untuk terlihat lesu dan lemas saat berpuasa.

Related posts