Empat Komoditas Pangan Alami Harga Tertinggi

NERACA

Jakarta – Empat komoditas pangan mengalami kenaikan harga cukup signifikan pada minggu pertama Juli ini dibandingkan harga pada Juni lalu. Keempat komoditas pangan tersebut adalah cabe rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Selasa (9/7).

“Cabe rawit, harganya pada minggu pertama Juli sudah Rp41.000/kg, naik 50% dari harga Juni Rp27.721/kg. Cabe rawit itu kan cepat sekali tumbuhnya. Saya sarankan untuk tambah pasokan. Saya sudah cape meminta. Kalau perlu dibuka dulu lah (impor), petani kita tidak terganggu kok, pasokan dari petani juga akan terserap,” kata Hatta.

Keniakan kedua terbesar adalah bawang merah, dari Rp32.341 pada Juni, naik sebesar 28% menjadi Rp41.704. “Ini karena keterlambatan pasokan akibat panen mundur,” kata Hatta.

Daging ayam ras menempati urutan ketiga. Kenaikannya sebesar 15,8% dari Rp28.893 pada Juni menjadi Rp33.394 pada minggu pertama Juli. Sedangkan telur ayam ras naik sebesar 9,06% dari Rp18.211 pada Juni menjadi Rp19.861 pada minggu pertama Juli. Kenaikan telur ayam ras ini sudah terus berlanjut dari Mei yang dulu harganya Rp16.000

Selain empat komoditas tersebut, lanjut Hatta, kenaikan harga juag terjadi pada komoditas pangan lainnya. “Bawang putih naik pada kisaran 1-5%,” kata Hatta.

Sementara kenaikan harga yang kurang dari 1% antara Juni dan minggu pertama Juli terjadi pada tempe, ikan kembung, dan gula pasir. “Kenaikan harga beras 0,86%, dan kenaikan termurah adalah 0,4%. Tapi meski naik, pasokan beras cukup. Kita akan tetap pertahankan stok beras di gudang sebanyak dua juta ton sampai akhir tahun. Bulog tidak perlu meminta izin untuk impor,” jelas Hatta.

Meskipun banyak harga pangan yang naik pada minggu pertama Juli ini, Hatta tetap menjamin pasokan aman. “Aman itu tidak kekurangan, tidak langka. Memang kadang-kadang spekulan ini yang menaikkan harga berlebihan. Tapi kalau sekadar harga naik, itu wajar tiap bulan puasa,” kata Hatta. [iqbal]

BERITA TERKAIT

NPI Januari-Oktober Defisit US$5,51 Miliar - INDEF MINTA PEMERINTAH WASPADAI HARGA PANGAN

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, neraca perdagangan Indonesia (NPI) pada Oktober 2018 masih defisit US$1,82 miliar secara bulanan (mtm) dan…

Mengganti Terigu Impor dengan Produk Buatan Lokal - Teknologi Pangan

        NERACA   Bogor - Mie memang menjadi santapan favorit masyarakat Indonesia, tanpa pandang usia. Sayangnya mie…

IPO DIVA Oversubscribe mencapai 5,6 kali - Patok Harga Rp 2.950 Per Saham

NERACA Jakarta - PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) telah menetapkan pelaksanakan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pentingnya Informasi Geospasial untuk Perencanaan Pembangunan

    NERACA   Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menekankan pentingnya informasi geospasial bagi perencanaan pembangunan…

ADB Setujui Pinjaman US$500 juta untuk Pemulihan Bencana

      NERACA   Jakarta - Bank Pembangunan Asia (ADB) menyetujui pinjaman bantuan darurat senilai 500 juta dolar AS…

Kawal Pengembangan Inovasi Obat dan Makanan Indonesia - Kolaborasi BPOM-RI &Kemenristek Dikti

    NERACA   Jakarta – Menurut Industry Facts and Figures 2017 yang dipublikasikan Kementerian Perindustrian, pada tahun 2016 industri…