Pasar Jeblok, IPO Cipaganti Tidak Sesuai Target

NERACA

Jakarta – Kondisi pasar modal yang sedang tidak bergairah membuat PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT) hanya melepas sahamnya 10% dari rencana awal melepas saham ke publik sebanyak 40% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana (initial public offering/IPO), saat penawaran perdana saham hanya melepas sebesar 10% sahamnya ke publik. Perseroan hanya mendapatkan dana IPO sebesar Rp 68 miliar.

Menurut pihak penjamin emisi dari Mandiri Sekuritas Laksono W. Widodo mengatakan, memang saat melakukan IPO hingga saat ini situasi pasar kurang bagus sehingga perseroan dan pihak Mandiri Sekuritas beserta Kim Eng Sekuritas selaku penjamin emisi hanya melepas saham 10%. “Awalnya kami akan melepas sebanyak 40%, tapi karena kondisi pasar modal tidak hanya di Indonesia tapi juga di regional sedang mengalami penurunan kami memutuskan hanya melepas 10%. Namun kami akan tetap mengejar melepas saham 40%, kemungkinan sisanya 30% akan dilepas saat pasar sudah membaik”, ujar Presiden Direktur PT Cipaganti Citra Graha Tbk, Andianto Setiabudi di Jakarta (9/7).

Dia menyatakan bahwa keputusan tersebut berpengaruh langsung terhadap penyerapan dana hasil IPO itu sendiri. Rencananya, jika perseroan melepas 40% saham berharap mendapatkan dana sebesar Rp 400 miliar yang digunakan untuk perluasan usaha. Dana tersebut akan diserap untuk menambah dan peremajaan alat berat yaitu 900 unit taksi, 500 unit shuttle & travel, 500 unit rent car, 50 unit big bus, dan peremajaan 50 unit alat berat.“Tetapi karena turun jumlah saham yang dilepas, dana hasil IPO ini akan digunakan untuk membeli 300 unit shuttle & travel dan 350 unit taksi. Kami prioritaskan pada unit yang paling berpotensi sementara menunggu pasar lebih baik, dan kami dapat melepas sisa rencana awal sebesar 30%”, ungkap dia.

Kekurangan dana dari IPO tak lantas menyurutkan aksi korporasi dan pengembangan usaha Cipaganti. Saat ini, perseroan tengah mengurus pinjaman ke bank sebesar RP 250 miliar dan telah menerima surat persetujuan kredit dari bank yang belum disebutkan oleh dia. “Persiapkan pendanaan dari bank guna menunujang pertumbuhan perusahaan”, ujar dia.

Tambah Armada

Hingga 6-8 bulan ke depan perseroan akan tetap fokus kepada rencana awal untuk penambahan 2000 unit kendaraan dan alat berat. Hal ini diungkap dia karena Cipaganti khususnya taksi sudah memiliki pasar tersendiri, sehingga tidak terlalu sulit untuk mendapatkan penumpang.

“Selain menambah armada, kami juga akan menambah 16 rute baru diluar Jakarta dan Bandung. Selain itu kami juga telah mengantongi izin untuk mengoperasikan taksi di bandar udara Soekarno-Hatta dan diperkirakan akan mulai beroperasi pada bulan September mendatang”, ungkap Corporate Secretary Cipaganti Toto Moeljono.

Perseroan telah mendapatkan izin untuk mengoperasikan sekitar 75-100 unit taksi karenanya perseroan berencana untuk membangun pool taksi di dekat Bandara Soekarno-Hatta. Saat ini perseroan telah memiliki 2 pool taksi di Jakarta, tepatnya di Halim Perdana Kusuma, dan Ciledug. Hingga saat ini Cipaganti mengoperasikan sekitar 600 unit taksi yang tersebar di Pulau Jawa. Dan akan menambah sebanyak 350 unit taksi untuk mengntisipasi kebutuhan taksi di Bandara.

Selain itu, menghadapi lebaran, pihak manajemen CPGT memprediksi akan terjadi lonjakan penumpang sebanyak 30% dibandingkan hari biasa. Namun pada minggu pertama dan kedua bulan puasa khusus untuk shuttle & travel mengalami sedikit penurunan penumpang. Menurut Andianto hal ini disebabkan pada periode tersebut aktivitas masyarakat untuk berlibur atau keluar kota memang menurun.

Sementara itu, dengan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (ВВМ) perseroan memutuskan akan menaikkan tarif sebesar 10-15%. Namun, hingga saat ini Cipaganti belum menaikkan tarif dan masih mengguna tarif lama. Diperkirakan, kenaikkan tarif akan terjadi menjelang hari raya mendatang.“Rata-rata kenaikan tarif 10-15% tapi tergantung jarak dan potensi pasar. Jika kita lihat jalurnya gemuk, kita berani menaikkan tarif sedikit lebih tinggi. Tapi jika jalurnya kurang peminat, maka kami tidak akan terlalu banyak menaikkan tarif”, ungkap dia. (nurul)

Related posts