Regulator Menyusun Program Kerja Aktuaris

NERACA

Jakarta -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyusun program kerja pengembangan aktuaris sebagai salah satu untuk peningkatan tenaga profesional di bidang industri keuangan nonbank (IKNB).\"Selama ini kedudukan, fungsi dan tanggung jawab aktuaris belum menjadi hal utama, sementara kebutuhan akan tenaga profesional tersu meningkat,\" kata Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Nonbank OJK, Firdaus Djaelani di Jakarta, Selasa (9/7).

Menurut dia, organisasi profesi aktuaria (Persatuan Aktuaris Indonesia/PAI) masih perlu dikembangkan dalam pengelolaan profesional. Firdaus juga menyebut kebutuhan aktuaris lebih dari 500% dari aktuaris yang tersedia, yakni sekitar 1.805 orang yang terdiri dari 722 FSAI dan 1.083 ASAI. Berdasarkan data OJK, perbandingan jumlah aktuaris tingkat ajun (ASAI) sebanyak 47%, sementara untuk tingkat profesional (FSAI) sebanyak 53%.

Jumlah profesional aktuaris 2013 tercatat sebanyak 336 orang yang terdiri dari tingkat fellow (FSAI) sebanyak 178 orang dan tingkat ajun (ASAI) sebanyak 158 orang. Dia menjelaskan program kerja tersebut meliputi kegiatan dari Juli 2013 hingga Desember 2014, di antaranya ekstensifikasi personil untuk pengenalan IKNB dan profesi aktuaris serta sosialisai dan promosi kepada perguruan tinggi dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Selan itu, dia menuturkan, akan diadakan peran serta perusahaan-perusahaan, terutama di industri keuangan nonbank, program percepatan sertifikasi dan program turotial ujian profesi. Firdaus menambahkan, program kerja tersebut juga meliputi percepatan sertifikasi dengan menerapkan program penyetaraan secara intensif, pendidikan dan pelatihan asuransi serta membentuk badan koordinasi.

\"Diadakan pula ujian berkala setiap enam bulan untuk pemenuhan profesi aktuaris,\" tuturnya. Dia mengatakan program penyetaraan bekerja sama antara PAI dengan lima perguruan tinggi, yaitu Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya.

Firdaus meyebutkan hingga 2013, sebanyak 119 mahasiswa telah mendapatkan kesetaraan ujian PAI dengan jumlah 242 mata ujian. \"Ini harus didkung regulasi tentang keharusan lembaga keuangan nonbank yang berkaitan dengan risiko alami (natural risk) untuk mempekerjakan tenaga di bidang aktuaria,\" ujarnya.

Dia menilai sosialisasi perlu dilakukan kepada IKNB, perguruan tinggi dan lembaga pendidikan lainnya tentang potensi bidang aktuaria. [sylke]

BERITA TERKAIT

BI Dukung Kerangka Kerja Kebijakan Terintegrasi IMF

      NERACA   Jakarta - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyambut rencana IMF untuk menyusun kerangka kerja kebijakan…

Enduro Student Program Lahirkan Entrepreneur Muda Bidang Perbengkelan

NERACA   Jakarta -  PT Pertamina Lubricants melalui program kemandirian, telah menaruh fokus yang besar terhadap pengembangan sumber daya manusia…

Sukseskan Pembangunan Berkelanjutan - Dunia Pendidikan Jadi Program Utama CSR JICT

Menyadari pentingnya dunia pendidikan untuk membawa perubahan yang lebih baik lagi, perusahaan operator pelayanan peti kemas pelabuhan Tanjung Priok, PT…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pemerintah Harusnya Turun Tangan Bikin Bank Syariah

  NERACA   Jakarta – Indonesia yang merupakan penduduk muslim terbesar di dunia mestinya menjadi kiblat ekonomi syariah dunia. Nyatanya…

OJK Komitmen Dukung Pembiayaan Berkelanjutan

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk menjalankan program pengembangan pembiayaan berkelanjutan untuk mendorong kinerja…

BCA Dinobatkan The World's Best Banks 2019

      NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dinobatkan sebagai The World’s Best Banks 2019…