Pefindo Beri Peringkat AAA CIMB Niaga

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) kembali meraih peringkat AAA dengan prospek stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Informasi tersebut disampaikan Pefindo dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (9/7).

Disebutkan, Pefindo juga menyematkan peringkat sama untuk Obligasi I/2011 milik perseroan sebesar Rp1,5 triliun dan Obligasi I/2012 dengan skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) sebesar Rp8 triliun.

Analis Pefindo, Gary Hanniffy mengatakan, peringkat tersebut mencerminkan dukungan yang kuat dari pemegang saham pengendali, CIMB Group Holding Bhd, “Selain itu, didukung posisi bisnis perusahaan yang sangat kuat dan profil likuiditas maupun flaksibilitas keuangan,\" kata dia.

Kendati demikian, peringkat tersebut dibatasi persaingan yang ketat di industri keuangan. Sementara per akhir kuartal I tahun ini, CIMB Group Sdn Bhd, Malaysia memiliki 97,9% saham BNGA dan sisanya 2,1% dimiliki publik.

Sebagai informasi, CIMB Group dikabarkan berencana untuk masuk pasar modal Indonesia, meski aturan soal dualisting di pasar modal masih belum diberlakukan. Presiden Direktur CIMB Niaga Arwin Rasyid pernah bilang, untuk usaha itu CIMB group masih menunggu aturan tersebut, “Kita masih berniat, namun masih menunggu (terkait aturan dualisting),” katanya.

Seperti diketahui, niatan ini sendiri sebetulnya sudah lama diungkapkan oleh pihak perseroan. Namun, saat ini belum bisa dilakukan karena terkendala dengan aturan dualisting, dimana anak usahanya, yakni CIMB Niaga telah mencatatkan sahamnya di bursa.

Salah satu alternatif yang mungkin dilakukan, bila CIMB Group ingin lebih cepat mencatatkan sahamnya di pasar modal Indonesia, tanpa menunggu aturan dualisting kelar, yakni dengan membuat CIMB Niaga di-go private-kan. Namun, untuk langkah tersebut, saat dikonfirmasi lebih jauh ke Arwin, ia belum bisa berkomentar lebih banyak. (bani)

BERITA TERKAIT

DEAL Perkuat Bisnis Energi Lewat Proyek IPP - Beri Modal Anak Usaha Rp 16 Miliar

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan sahamnya di pasar modal dan menjadi emiten ke-50 di tahun 2018, PT Dewata Freightinternational Tbk…

Pefindo Prediksi Ada Potensi Gagal Bayar - Obligasi Jatuh Tempo Rp 110 Triliun

NERACA Jakarta – Besarnya dominasi perusahaan pembiayaan dalam penerbitan obligasi, dikhawatirkan akan menjadi kesulitan tersendiri bagi perusahaan seiring dengan jatuh…

OJK Beri Sanksi Broker Yang Tidak Siap - Implementasi Transaksi T+2

NERACA Jakarta – Guna mendukung pelaksanaan penyelesaian transaksi dari T+3 menjadi T+2 pada 26 November, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BSDE Serap Belanja Modal Rp 2,4 Triliun

NERACA Jakarta - Selain penjualan tumbuh 12% di kuartal tiga 2018, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) juga mengungkapkan telah…

Laba Bersih Tower Bersama Turun 4,10%

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencetak laba bersih yang didistrisbusikan kepada entitas induk di kuartal III 2018 sebesar Rp…

PGN Bukukan Untung Rp 3,21 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2018, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) membukukan pertumbuhan laba melesat tajam 122,79%. Dimana…