Konsumsi BBM Diprediksi Naik 14% - Momen Lebaran

NERACA

Jakarta – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, PT Pertamina memprediksi akan terjadi peningkatan permintaan terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan LPG dalam periode 15 hari sebelum dan sesudah lebaran. Hal tersebut seperti dikemukakan Vice President Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir di Jakarta, Selasa (9/7).

\"H-15 dan H+15 menjelang lebaran, permintaan akan naik sekitar 14% dari rata-rata penyaluran harian normal menjadi sekitar 91.830 kilo liter (kl) per hari karena meningkatnya aktivitas masyarakat, baik untuk keperluan bekerja, sliaturahmi, mau pun mudik lebaran,\" ujarnya.

Di kala permintaan premium akan melonjak, lanjut Ali, akan tetapi permintaan solar berpotensi turun sekitar 5% dibawah rata-rata penyaluran harian normal menjadi 38.628 kl perhari. Hal ini seiring berkurangnya pergerakan angkutan barang selama masa mudik lebaran. Peningkatan aktivitas memasak selama Ramadan dan lebaran tahun ini akan mendongkrak permintaan LPG hingga 20%.

\"Terkait dengan proyeksi permintaan BBM dan LPG masyarakat selama masa Ramadan dan lebaran 2013, Pertamina telah melakukan berbagai upaya antisipasi guna mengamankan pasokan bahan bakar tersebut untuk masyarakat,\" ujar Ali.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, pihaknya akan mengambil langkah yang akan ditempur Pertamina baik yang dilakukan atas inisiatif sendiri mau pun bekerja sama dengan pemangku kepentingan terkait, seperti Kementerian ESDM, Kepolisian, dan DLLAJ. Berbagai inisiatif perusahaan yang dilakukan meliputi menjaga stok BBM pada level di atas 22 hari dan LPG di atas 15 hari melalui optimasi kilang dan impor.

\"Monitoring stok BBM dengan sistem komputerisasi di seluruh terminal BBM, menyiapkan SPBU setempat untuk kantong-kantong BBM premium, pemisahan jalur pelayanan masuk motor dan mobil serta menyediakan SPBU transit khusus sepeda motor, pengalihan tangki pengoperasian terminal BBM dan SPBU selama 24 jam sehari,\" kata Ali.

Impor BBM

Sementara itu, Vice President Fuel Marketing Pertamina Muhammad Iskandar menuturkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, pihaknya telah memesan khusus tambahan BBM impor jenis premium sebesar 400.000 barel. \"Untuk antisipasi lonjakan permintaan pada saat arus mudik khususnya H+15 dan H-15 lebaran tahun ini Pertamina menambah impor BBM premium sebanyak 2 kargo, dimana satu kargonya mencapai 200.000 barel atau total 400.000 barel,\" ungkapnya.

Sekadar informasi, 1 barel minyak sama dengan 159 liter, dengan impor 400.000 barel artinya sama dengan 63,6 juta liter premium. Kata Iskandar, impor ini dilakukan karena pada periode tersebut konsumsi BBM khususnya premium akan melonjak dari hari biasanya.

\"Kondisi normal konsumsi premium mencapai 80.000 kiloliter per hari sedangkan pada masa sebelum dan sesudah lebaran (H+15 dan H-15) konsumsi BBM jenis premium melonjak hingga 107.000 kiloliter per hari untuk arus mudiknya. Sedangkan arus baliknya sekitar 101.000 kiloliter per hari,\" kata Iskandar.

Sementara untuk Solar, justru konsumsinya akan turun, karena mobilitas truk angkutan tidak beroperasi atau walaupun beroperasi tetap dilarang masuk ke jalur mudik. \"Impor ini sudah kami pesan dan sudah dipersiapkan jauh hari sejak awal tahun,\" kata Iskandar. Selain tambahan impor tersebut, Pertamina tetap menyiapkan stok BBM cukup hingga 22 hari dan gas elpiji cukup selama 15 hari.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013, pemerintah dan DPR telah sepakat asumsi volume bahan bakar minyak bersubsidi 48 juta kiloliter. Hal itu terdiri dari Premium dan bioetanol 30,77 juta kl, minyak tanah 1,2 juta kl, minyak solar dan biodiesel 16,03 juta kl. Ini berarti naik sekitar 2 juta kiloliter dibandingkan volume BBM bersubsidi dalam APBN 2013 sebanyak 46,01 juta kl.

Sebagai perbandingan, realisasi konsumsi BBM bersubsidi pada 2012 sebanyak 45,07 juta kl atau meningkat 3,28 juta kl. Adapun kuota BBM bersubsidi dalam APBN 2013 sebanyak 46,01 juta kl atau hanya bertambah 1,06 juta kl dibandingkan realisasi konsumsi BBM bersubsidi tahun lalu. Karena itu, pemerintah memperkirakan, konsumsi BBM bersubsidi pada 2013 bisa mencapai 49 juta kl jika tidak ada pengendalian BBM bersubsidi.

Menteri ESDM, Jero Wacik menjelaskan, penambahan kuota BBM bersubsidi diperlukan untuk memenuhi kebutuhan BBM yang terus meningkat. Pertimbangannya, asumsi pertumbuhan ekonomi tahun ini 6,2% dengan perkiraan penjualan mobil 1,1 juta unit dan volume penjualan sepeda motor 7,1 juta unit. \"Apalagi perbedaan harga pada Januari-April 2013 Rp 5.400 per liter sehingga mayoritas kendaraan pribadi masih memakai premium,\" ujarnya.

Related posts