Saham Bank Mitraniaga Melesat Naik 67% - Ditengah Fluktuasi Indeks BEI

NERACA

Jakarta – Pencatatan saham perdana PT Bank Mitraniaga Tbk (NAGA) di Bursa Efek Indonesia (BEI) cukup membanggakan, dengan dibuka pada level Rp180 per lembar saham dan langsung melesat ke level Rp300 per lembar saham atau naik mencapai 67%.

Saham NAGA sempat turun ke level Rp270 dan mencapai angka tertinggi Rp305. Pada saat penawaran umum perdana (Initial Public Offring/IPO), perseroan menawarkan 445 juta saham atau 27,32% dari total saham Perseroan dengan nominal Rp100 rupiah per sahamdan mendapatkan dana segar sebesar Rp 80,1 miliar.

Seluruh dana IPO, akan digunakan untuk ekspansi kredit perseroan. Perseroan juga telah menargetkan penyaluran kredit mencapai Rp 700 miliar di tahun ini dan hingga Juni sudah menyalurkan kredit sebanyak Rp 490 miliar.“Penyaluran kredit paling banyak ke sektor properti dan perdagangan yang mencapai 80%, sisanya ke sektor lainnya. Penyaluran kredit dari tahun sebelumnya tidak mengalami peningkatan yang signifikan karena dalam penyaluran kredit dengan nilai konsisten”, ujar Sekretaris Perusahaan PT Bank Mitraniaga Tbk Handry Husein di Jakarta (9/7).

Sementara itu, Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan, pasar modal Indonesia akan terus tumbuh meski ekonomi masih dalam kondisi lemah. “Dengan kehadiran Bank Mitraniaga dan Cipaganti sebagai emiten baru di BEI, diharapkan dapat menambah semarak pasar modal dan semakin melengkapi koleksi saham untuk para investor”, ujar dia.

PT Bank Mitraniaga Tbk mencatatkan perdana saham di BEI dan dibuka naik 67% menjadi Rp300 dari harga yang ditetapkan perseroan sebesar Rp180 per saham. Perseroan telh menawarkan 445 juta saham atau 27,32% dari total saham Perseroan dengan nominal Rp100 per saham. Dana perolehan IPO, sebesar Rp80,1 miliar dana untuk ekspansi kredit.

Perseroan mempercayakan PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Sekuritas, untuk bertindak sebagai penjamin emisi pelaksana dalam penawaran umum perdana sahamnya. Bank yang berdiri sejak 1989 ini memfokuskan kinerjanya pada penyaluran kredit pada sektor industri properti dan perdagangan. Hingga akhir tahun 2012, ekuitas perseroan mencapai Rp 119,03 miliar atau mengalami kenaikan Rp 2,96 miliar setara 2,55% dari tahun sebelumnya.

Sedangkan modal disetor tercatat Rp 118,4 miliar pada akhir tahun 2012. Sementara itu, posisi rasio kecukupan modal pada akhir tahun 2012 sebesar 22,25%, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata industri perbankan nasional yang berada pada 18%. Total aset perseroan hingga akhir tahun 2012 tercatat sebesar Rp 1,05 triliun dengan outstanding kredit Rp 418,16 miliar dan dana pihak ketiga (DPK) Rp 917,19 miliar dan rasio intermediasi 45,8%.

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilaksanakan pada 1-2 Juli lalu, berdasarkan laporan BAE disampaikan sebagai berikut: pertama seluruh pemesan merupakan investor domestik dan tidak terdapat investor asing. Kedua, terdapat kelebihan permintaan secara keseluruhan 13 kali dari jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 445 juta saham. Ketiga, penjatahan pasti (fixed allotment) adalah sebesar 97,5% dari seluruh saham. Terakhir, dari jatah pooling sebesar 2,5% dari seluruh saham terdapat kelebihan permintaan masyarakat mencapai 13 kali. (nurul)

Related posts