Perlu Tata Ulang Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan - Mutu Guru Masih Rendah

Pada era globalisasi,dewasa iniprofesi gurumenduduki posisi penting, karenamempersiapkan sumber daya manusiayang handal. Namun, sebagai produsen tenaga kependidikan, Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang mencetak guru sebagai tenaga profesional dan memiliki sejumlah kompetensi profesional saat ini mutunya masih rendah.

Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Joko Santoso mengatakan 60% dari 415 LPTK di Indonesia saat ini mutunya kurang baik. Salah satu dari sekian banyak faktor penyebab minimnya mutu tersebut lantaran secara kelembagaan banyak LPTK yang belum memenuhi standar pendidikan, seperti yang diamanatkan Undang-Undang (UU) Pendidikan Tinggi dan UU Sistem Pendidikan Nasional.

\"Jati diri LPTK menyusut sejak banyak IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Kependidikan) minta diubah menjadi universitas,\" imbuh dia.

Menyikapi hal tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menata kembali keberadaan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) karena dari 415 LPTK yang ada di Indonesia, hanya 100 LPTK yang dinilai kredibel untuk melatih guru. \"Kami ingin LPTK lebih bagus, lebih bermutu sehingga menghasilkan guru yang hebat,\" kata Direktur Pendidik dan Kependidikan (Diktendik) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud,Supriyadi Rustat di Jakarta, belum lama ini.

Kemendikbud, ujar Supriyadi, sudah melakukan moratorium untuk pendirian LPTK baru sejak September 2011 lalu. Sebagai profesi yang strategis untuk menciptakan generasi berkualitas, seharusnya orang-orang yang menjadi guru adalah orang- orang terbaik. Dengan demikian maka dunia pendidikan di Tanah Air akan jauh lebih maju. Tetapi pencetakan guru yang hebat tidak bisa dilakukan dengan ala kadarnya.

LPTK yang baik, lanjut Supriyadi, setidaknya harus memenuhi sejumlah persyaratan mendasar, misalnya memiliki sekolah laboratorium untuk praktik mengajar, laboratorium micro teaching, asrama, SDM pengajar yang berkualitas, dan berbagai persyaratan standar lainnya. Tetapi fakta dilapangan,hanya sedikit LPTK yang memenuhi standarpersyaratan tersebut. \"Kami juga butuh lembaga yang bermutu,\" kata dia lagi.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan per April 2013 di Indonesia terdapat 415 LPTK yang terdiri dari 376 LPTK swasta, 26 FKIP negeri, satu FKIP Universitas Terbuka, dan 12 eks IKIP negeri.

BERITA TERKAIT

Kontribusi Manufaktur Masih Besar - Pemerintah Bantah Terjadi Deindustrialisasi di Indonesia

NERACA Jakarta – Kontribusi industri manufaktur Indonesia sebagai penopang perekonomian dinilai masih cukup besar. Hal ini terlihat melalui pertumbuhan sektor,…

Sukseskan Pembangunan Berkelanjutan - Dunia Pendidikan Jadi Program Utama CSR JICT

Menyadari pentingnya dunia pendidikan untuk membawa perubahan yang lebih baik lagi, perusahaan operator pelayanan peti kemas pelabuhan Tanjung Priok, PT…

Dampak MRT Masih Belum Terasa Terhadap Kinerja Properti

Dampak MRT Masih Belum Terasa Terhadap Kinerja Properti NERACA Jakarta - Pengoperasian Moda Raya Terpadu (MRT) yang diresmikan beberapa waktu…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Pentingnya Peran Peneliti untuk Mitigasi Bencana

  Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sri Sunarti Purwaningsih menilai pentingnya peran peneliti dan…

Perlukah Fatwa Haram untuk Games PUBG?

      Games Player Unknown's Battle Grounds (PUBG) semakin banyak menjadi perbincangan. Selain di kalangan anak muda yang gemar…

Pendidikan Swasta Perlu Diperkuat

    Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Prof Rhenald Kasali melihat laporan bank Dunia tentang indeks Modal Insani 2018 menguatkan…