DPR Tetapkan 5 Anggota BSBI

NERACA

Jakarta - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat menetapkan lima nama anggota Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) periode 2013-2016 dari delapan kandidat yang telah menjalani uji kelayakan dan kepatutan. Menurut Wakil Ketua Komisi XI DPR, Harry Azhar Azis, ke lima nama tersebut adalah Chairul Djakman, Fadhil Hasan, Sri Adiningsih, Ahmad Erani Yustika, dan Umar Juoro.

“Kelima nama tersebut dipilih secara aklamasi oleh 51 anggota Komisi XI yang hadir,” ujar Harry Azhar di Jakarta, Senin (8/7) malam. Pada pekan lalu, kandidat calon Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) periode 2013-2016, Fadhil Hasan mengatakan, bila terpilih, dirinya tidak hanya mengawasi Bank Indonesia (BI) saja, tetapi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pasalnya, BSBI muncul untuk mengawasi bank sentral. Namun, seiring lahirnya OJK yang mengakibatkan fungsi regulasi dan pengawasan perbankan beralih dari BI ke OJK pada 2014 mendatang, adalah alasan kuta mengapa BSBI juga harus mengawasi OJK.

“Pengawasan BSBI ke OJK atas dasar permintaan DPR selaku pemberi tugas dan hanya terkait di sektor perbankan yang sebelumnya ada di BI. Sepanjang diminta, itu bisa dilakukan. Saya merasa bahwa itu sesuatu yang memadai dari sisi hukum,” kata Fadhil, kala itu.

Anggota Komisi XI, Tossi Aryanto, justru lebih banyak menyoroti kesiapan Fadhil Hasan dalam menjaga profesionalisme dan independensi. Sebab, dari periode sebelumnya, BSBI dinilai banyak mengadvokasi BI, dan bukan menjadi kepanjangan tangan Komisi XI DPR. Selain itu, kata Tossi, anggota BSBI periode sebelumnya tidak terlalu mengigit lantaran telah menjadi corong BI.

Padahal, sesuai dengan peran fungsinya, BSBI seharusnya menjadi instrumen DPR dalam mengawasi BI. \"Bagaimanaleadershipdan komitmennya. Hal ini dikarenakan BSBI digaji oleh BI,\" kata Tossi kepada Fadhil. Dalam menanggapi pertanyaan DPR, Fadhil menjelaskan fungsi BSBI tidak menggigit karena terbatas. Oleh karenanya, dia berjanji akan melakukan pendekatan yang informal untuk bisa mempengaruhi kebijakan BI.

\"Secara formal memang tidak terlalu menggigit. Tetapi dengan informal akan lebih cair dan bisa diperhitungkan,\" tegasnya. Bahkan, Fadhil juga berjanji akan betul-betul memerankan tugas dan fungsinya untuk membantu DPR dalam mengawasi kinerja BI. Dia bahkan akan menjaga profesionalisme dan integritasnya untuk menjalankan amanah yang bakal diembannya jika terpilih.

\"Profesionalisme dan integritas. Walaupun tempat dan anggaran dari BI tidak masalah. Yang harus kami lakukan, komunikasi intensif dengan komisi XI untuk mengingatkan bahwa BSBI alat DPR mengawasi BI,\" tegasnya.

Hal yang sama juga ditanyakan oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR, Harry Azhar Azis kepada kandidat calon anggota BSBI lainnya, Chairul Djakman. Dosen FEUI itu secara tegas akan menjaga independensi, meskipun dalam kegiatannya dibiayai oleh Bank Indonesia. Dia akan bekerja dengan memberikan gambaran soal BI, terkait dengan masalah pengawasan dan supervisi.

\"Siapa pun yang bayar, kami bisa menjaga independensi, meskipun yang bayar BI. Namun, kami punya pandangan, ini adalah tanggung jawab. Bukan berarti kami harus patuh kepada BI,\" ungkap Chairul, mempertegas. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya mengusulkan 10 nama kandidat anggota BSBI periode 2013-2016 yang diusulkan presiden, yakni Chairul Djakman, Fadil Hassan, Arianto Patunru, A. Tony Prasetiantono, Mudrajad Kuncoro, Sri Adiningsih, Ahmad Erani Yustika, Deswandhy Agusman, Umar Juoro, dan Sidharta Utama. Namun, tidak semua dari calon-calon itu mengikuti uji kelayakan dan kepatutan tersebut, yaitu Arianto Patunru dan Sidharta Utama. [ardi]

Related posts