KSEI Siapkan Program Static Data Investor

Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sedang menyiapkan program yang dapat mencegah pelaku pasar saham memiliki SID (identitas tunggal investor) secara ganda. \"Ada beberapa investor memiliki SID ganda. Untuk mencegah penyalahgunaan hal itu kita sedang membuat programnya. Nama programnya \'Static Data Investor\' (SDI), kuartal IV tahun ini ditargetkan sudah bisa berjalan,”kata Direktur Utama KSEI, Heri Sunaryadi di Jakarta, Senin (8/7).

Dia mengatakan, mayoritas pemilik identitas ganda itu merupakan investor ritel. Kendati demikian, investor yang memiliki identitas ganda itu tidak banyak, “Sebenarnya kesalahan semua pihak, baik sekuritas yang tidak menanyakan kartu identitas tunggal sebelumnya yang telah dimiliki ataupun proses pengkinian data kami,\" ujar dia.

Dia menambahkan, peralihan penggunaan ke e-KTP membuat proses pengkinian data juga lebih mudah untuk dilaksanakan. Selain memperbaharui data investor, KSEI juga akan melakukan perbaikan sistem penyimpanan dan penyelesaian transaksi nasabah pasar modal (The Central Depository and Book Entry Settlement System/C-BEST) \"next-Generation\" (Next-G).\"Kami melakukan perbaikan sistem C-BEST next-G sehingga modul-modul yang ada di dalamnya akan menjadi lebih baik. Sehingga tingkat kecepatan efisiensi transaksi nasabah serta penyimpanan data transaksinya dapat meningkat,\" kata Heri.

Menurut dia, peremajaan sistem itu harus dilakukan menyusul transaksi di pasar modal domestik yang terus mengalami peningkatan. Saat ini KSEI tengah menyeleksi tiga perusahaan vendor sistem yang nantinya dipilih untuk mengerjakan pengembangan sistem itu.

Selain itu, pihaknya juga akan terus melakukan sosialisasi kartu Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKSes) investor karena sampai dengan saat ini jumlah investor yang telah memiliki AKSes baru sebanyak 40.000-an invesor dari jumlah sub rekening efek per akhir Juni 2013 sebesar 385,501 sub rekening efek.

Heri mengemukakan, dengan fasilitas kartu AKSes maka data investasi investor di pasar modal dapat diperiksa secara independen oleh nasabah. Dikemukakan penerapan kartu AKSes kepada nasabah dalam Otoritas Jasa Keuangan V.D.4. tentang Pengendalian dan Perlindungan Efek Nasabah, untuk mencegah penyelewengan dana nasabah oleh oknum sekuritas. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Asosiasi Fintech Minta Dapat Kemudahan Akses Data Kependudukan

    NERACA   Jakarta – Industri Finansial Technology (fintech) berharap agar pemerintah bisa mengizinkan usaha fintech bisa mendapatkan akses…

Targetkan Jangkau 100 Ribu UMKM - DIVA Siapkan Belanja Modal Rp150 Miliar

NERACA Jakarta – Penetrasi pasar guna mendongkrak penjualan, PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) akan menjangkau lebih banyak lagi pelaku…

Sambut Libur Lebaran, BTN Siapkan Dana Tunai Rp 14,58 Triliun

Melayani kebutuhan dana tunai bagi nasabah menjelang dan sesudah Hari Raya Idul Fitri 1440 H, PT Bank Tabungan Negara (Persero)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…