Hatta: Inalum Masih On The Track - Berpegang Hasil Audit BPKP

NERACA

Jakarta – Secara intensif, pemerintah merakukan rapat-rapat terkait masalah perbedaan nilai aset PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Hal ini dikarenakan adanya perbedaan revaluasi hasil aset. Pemerintah Indonesia berpegangan pada hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sementara Perusahaan Jepang Nippon Asahan Aluminium Co. Ltd (NAA) berpedoman pada Master Agreement sementara.

“Inalummasih on the track dalam arti bahwa baik NAA dan Indonesia sepakat (Inalum) akan kembali pada kita, yang belum ketemu adalah nilai asetnya,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Senin (8/7).

Sementara Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, pihak NAA dan Indonesia akan kembali melakukan rapat pada 10 Juli mendatang untuk merespon usulan pada rapat 3 Juli kemarin. “Kami sudah menyepakati bahan untuk merespon tanggal 10 Juli dan kita minta juga dilakukan selama 6 hari. Jadi mungkin tiap minggu rapat tim teknis akan menyikapi perbedaan angka yang masih ada,” kata dia.

Hidayat juga mengatakan, hal yang masih menjadi masalah dalam pengembalian INALUM adalah perbedaan pendapat sesudah atau sebelum revaluasi. Menurut dia, wajar kalau terjadi perbedaan, karena ini suatu kerja sama selama 30 tahun.

“Ini mau di-clear-kan, makanya kami bawa lawyer-lawyer dan jepang juga,” ujarnya.Hidayat juga menegaskan bahwa pihak NAA, Jepang, dan Indonesia sudah sepakat pada 31 Oktober mendatang, Inalum akan kembali ke Indonesia. Seluruh aset Inalum akan kembali ke pemerintah Indonesia. [iqbal]

Related posts