Raup Dana Segar, Victoria Suntik Modal Anak Usaha

NERACA

Jakarta – Setelah mendapatkan dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebesar Rp 150 miliar, PT Victoria Investama Tbk (VICO) membagikan dana tersebut ke anak perusahaan untuk melakukan pengembangan usaha.

Direktur Utama PT Victoria Investama Tbk, Aldo J.Tjahja mengatakan, dana hasil IPO sifatnya untuk anak usaha, karena rencana pengembangan berada di anak usaha. Sehingga dari dana tersebut akan digunakan untuk pembayaran utang perseroan dan modal kerja.

Saat ini ada dua anak usaha yang sudah listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu sekuritas dan syariah dan sekarang insurance, “Untuk Victoria Securities kami tambahkan Rp 50 miliar sehingga menjadi Rp 100 miliar, kemudian untuk insurancekami tambahkan Rp 20 miliar menjadi Rp 100 miliar juga. Hal ini juga karena mengejar ketentuan dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan)”, ujar dia di Jakarta, Senin (8/7).

Dia juga menjelaskan, terdapat beberapa kendala saat ini terutama dengan keadaan ekonomi saat ini, namun dia berujar dapat mengatasinya dengan baik karena memiliki strategi untuk dapat sukses di bursa sejak lama.“Market kurang bagus turun-naik tetapi saham mentok, keadaan seperti ini kita usahakan agar menjadikan saham kita tetap bagus agar investor senang,”paparnya.

Kelebihan Permintaan

Sementara Direktur Utama PT Andalan Artha Advisindo Securities, Andri Rukminto menyatakan, saham yang ditawarkan ke publik mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 26,7 kali.“Oversubscribed dalam penawaran saham VICO disebabkan karena perseroan menawarkan waran sebanyak 2,1 miliar dengan harga Rp125 per waran. Sehingga memacu investor membeli saham VICO,”ungkapnya.

Dia menuturkan, sahamnya lebih banyak diserap oleh investor domestik dibandingkan investor asing yang hanya menyerap dibawah 50%. Selain itu, pada saat pencatatan saham perdananya, saham VICO mengalami kenaikan 28% menjadi Rp160 per saham dari harga yang ditetapkan perseroan sebesar Rp125 per unit saham. \\

Kemudian saham VICO sempat merosot ke level terendah Rp140 per saham dan tertinggi Rp210 per saham. Perseroan menawarkan 1,2 miliar saham dan memperoleh dana segar sebanyak Rp150 miliar. Jumlah pemesanan saham mencapai 2,13 miliar saham dari penawaran 1,2 miliar saham pada masa penawaran perdana saham.

Bertindak sebagai penjamin emisi PT Andalan Artha Sekuritas. Perseroan juga telah mengadakan due dilligence dan public expose pada 13 Juni lalu dan memperoleh pernyataan efektif dari OJK pada 26 Juni 2013.

Pemegang saham melalui penawaran perdana saham mencapai 2.393 pihak. Selain itu, perseroan menawarkan waran sebanyak 2,1 miliar waran dengan harga Rp125 per waran. Kapitalisasi pasar saham VICO sebesar Rp 918,75 miliar. Adapun penjamin pelaksana emisi efeknya adalah PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Sekuritas.

Victoria Investama didirikan pada 1989, awalnya bernama PT Tata Sekuritas Maju. Selanjutnya pada 2000, perusahaan jasa keuangan ini mengganti nama menjadi PT Victoria Sekuritas, kemudian pada 19 Juni 2012 berganti nama lagi menjadi PT Victoria Investama. (nurul)

Related posts