Kerja Keras Grup Bakrie Keluar Dari Belitan Utang - Bakrie Plantation Jual 30 Ribu Hektar

NERACA

Jakarta – Kurangi beban utang, apapun terus dilakukan Grup Bakrie mulai dari efisiensi, pinjaman bank hingga menjual aset. Langkah inilah yang dilakukan anak usahanya PT Bakrie Sumatra Plantation Tbk (UNSP) yang berencana menjual 6 aset perusahaan berupa kebun sawit di Pulau Sumatera.

Kata Direktur Keuangan PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk, Candrasekaran, penjualan aset dilakukan untuk menutupi utang jangka pendek, “Ada penjualan 5 aset sedang berjalan dan financial close di bulan Oktober. Iya untuk menutup utang jangka pendek sebagian dari penjualan aset dan ada satu aset lagi yang dijual,\\\" ungkap dia di Jakarta, Senin (8/7).

Menurutnya, total luas areal lahan sawit yang akan dijual sebesar 30.000 hektar. Kebun sawit tersebut tersebar di Pulau Sumatera tepatnya di Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi. Kabarnya, anak usaha Sinarmas, Golden Agri Resources Ltd tertarik membeli kebun UNSP senilai US$ 178 juta. Namun, informasi tersebut dibantah langsung perseroan.

Selain untuk menutup utang jangka pendek, penjualan dilakukan karena kebun tersebut memerlukan biaya perawatan yang cukup besar, “High profit-nya kan tahun kemarin lost. Tetapi pengurangan penjualan tidak terlalu drastis. Action ini kita lakukan karena ada high cost capital. Tahun kemarin itu penjualannya kurang dari 15% dari total seluruh penjualan. Kita jual 30.000 hektar dan perkebunan sawit itu ada di Sumsel dan Jambi,”ujarnya.

Dia menambahkan, dengan penjualan 6 aset lahan sawit, pihaknya tidak terlalu khawatir. Pasalnya, perseroan masih mempunyai luas areal lahan sawit secara keseluruhan seluas 120.000 hektar. Saat ini, total luas lahan secara keseluruhan mencapai 120.000 hektar. Rencana penjualan kebun sudah disampaikan dengan kesesuaian Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sekadar informasi, utang jatuh tempo UNSP dalam periode satu tahun sebesar Rp2,19 triliun. Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang berakhir pada 30 September 2012, diketahui utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam satu tahun adalah Rp234,5 miliar dan nilai utang jangka pendek adalah Rp1,95 triliun.

Divestasi Anak Usaha

Belum lama ini, PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) induk usaha dari anak usaha Bakrie telah melakukan divesati anak usahanya sekitar 40-80% untuk menurunkan nilai utang secara progresif pada tahun 2013. Salah satunya, PT Bakrie Pipe Industries.

Direktur Utama BNBR, Boby Gafur pernah bilang, pihaknya akan menambah nilai tambah untuk anak usaha di komponen otomotif. Apalagi perseroan menghasilkan produksi yang cocok untuk pasar Asia Timur dan Asia Tenggara. Ditargetkan, dari penjualan tersebut dapat mencapai US$1 miliar dalam lima tahun mendatang.

Selain itu, Grup Bakrie juga mengurangi saham di Bakrieland, mengurangi saham di PT Energi Mega Persada Tbk. Teranyar, Grup Bakrie juga mengkaji melepas sebagian saham di seluruh saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA). Tidak hanya itu, Grup Bakrie menyatakan telah melakukan penjualan saham PT Bumi Mineral Resources Tbk (BRMS). Grup Bakrie diketahui telah melepas sebanyak 29,16 persen saham BRMS. Seperti diungkapkan oleh Biro Administrasi Efek PT Sinartama Gunita, kepemilikan saham BRMS telah berubah per 28 Februari 2013 lalu.

Saat ini, kepemilikan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) di BRMS menyusut menjadi tinggal 11,54 miliar lembar saham setara dengan 45,13%. Sementara perusahaan terafiliasi Bakrie lainnya, Long Haul Indonesia tercatat menguasai sebanyak 3,27 miliar lembar saham BRMS, setara dengan 12,8%.

Padahal sebelumnya, Rabu 27 Februari lalu, Direktur & Corporate Secretary Bumi Resources Dileep Srivastava menyatakan pihaknya tidak melakukan penjualan saham BRMS. Alhasil, saat itu, kepemilikan BUMI di BRMS pun masih sebesar 87,09%. (bani)

Related posts