Pasar Murah Digelar di 33 Provinsi - Sambut Bulan Ramadhan

NERACA

Jakarta—Jelang bulan suci Ramadhan, Kementerian Perdagangan menggelar pasar murah selama satu bulan penuh di lapangan parkirnya, terhitung mulai (5/7) sampai dengan (2/8) mendatang. Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Gunaryo mengatakan, pasar murah itu menyediakan berbagai macam bahan kebutuhan pokok, baik pangan maupun sandang dengan harga terjangkau, agar selama bulan puasa ini masayarakat berpenghasilan rendah dapat memenuhi kebutuhan dasarnya.

Pelaksanaan pasar murah tidak hanya dilakukan di kantor Kemendag saja, tetapi juga diselenggarakan di 33 provinsi di seluruh Indonesia dengan rata-rata pelaksanaan 3-5 kali di setiap daerah dimulai sejak 4 Juli hingga 3 Agustus 2013.

“Dengan demikian, diharapkan seluruh masyarakat Indonesia dapat mengakses bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sehingga mereka dapat melaksanakan ibadahnya dengan lancar di bulan puasa ini. Kerja sama yang sinergi antara pemerintah dan dunia usaha ini tentunya dapat meringankan beban masyarakat terutama yang membutuhkan,” ujar Gunaryo saat peresmian pasar murah di kantornya, Jumat (5/7).

Bahan kebutuhan yang dijual di pasar murah kali ini meliputi produk-produk pangan hasil industri seperti beras, gula pasir, minyak goreng dan tepung terigu, hasil pertenakan seperti daging sapi, daging ayam dan telur ayam, produk holtikultura seperti buah dan sayur mayur, pangan olahan dan kebutuhan rumah tangga lainnya, sera produk Usaha kecil dan Menengah (UKM), seperti jajanan tradisional khas daerah.

Tahun ini Kemendag menyediakan 40 stand/booth, 15 tenda jualan, serta 10 gerobak jualan untuk pasar murah. Tempat tersebut diisi antara lain oleh Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI), Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Pusat Informasi Pemasaran (PINSAR) Unggas Indonesia, Persatuan Pedagang Gula Indonesia (PPGI), Asosiasi Pengusaha Protein Hewani Indonesia (APPHI),perum BOLOG, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Asosiasi Pengusaha Pengelolahan dan Pemasaran produk Perikanan Indonesia (AP5I), National Meat Processor Association Indonesia (NAMPA), Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI), Pasar Induk Kramat Jati, PT. Sarinah (Persero)serta UKM Pangan dan Kuliner Binaan Kementrian Perdagangan.

Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Srie Agustina, dalam kegiatan pasar murah ini, pihaknya memberikan harga yang lebih murah dari harga di pasaran pada umumnya, sedang untuk produk olahan rata-rata berkisar 50%-70%.

“Dan karena ini diadakan di lapangan kementrian perdagangan, diharapkan bagi pegawai dengan tingkat 2 dilarang membeli karena gaji mereka sudah besar namun untuk pegawai tingkat 1 diperbolehkan,” imbuh dia seraya melihat daging sapi yang dijual dengan harga untuk daging lokal Rp 70.000 dan impor Rp 75.000 per kilogram.

Bazar Ikan

Masih terkait dengan pasar murah dan bazar, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menginisiasi penyelenggaraan Bazar Ikan diseluruh Indonesia. Seperti tahun sebelumnya, peluncuran bazar ikan dimulai di kantor pusat KKP dan secara berjenjang akan dilaksanakan di seluruh provinsi.

Bazar ikan menyediaakan aneka macam produk perikanan dengan harga bersaing kepada masyarakat. Diharapkan melalui bazar ikan masyarakat masih dapat membeli produk perikanan yang bermutu, aman dikonsumsi dengan harga terjangkau. Kegiatan ini juga dalam rangka mengedukasi masyarakat untuk gemar mengkonsumsi ikan.

Untuk sosialisasi peningkatan konsumsi ikan, KKP juga melibatkan kader-kader organisasi mitra strategis. Diantaranya, Muslimat NU, Aisyiyah Muhammadiyah, Salimah, Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia, PIA Ardhya Garini, TP-PKK, Persatuan Wanita Republik Indonesia serta Dharma Wanita Persatuan. “Melalui kader organisasi tersebut turut diharapkan turut serta mensosialisasikan makan ikan kepada kader lainnya dan masyarakat di lingkungannya,” kata Saut. P. Hutagalung, Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) dalam keterangan resmi KKP.

Saut menegaskan, ke depan, melalui sosialisasi peningkatan konsumsi ikan bersama organisasi mitra strategis tersebut, diharapkan masyarakat mulai mengkonsumsi ikan sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) .

Related posts