Saham Bank Mestika Melesat 4,63% - Debut Pertama di Pasar Modal

NERACA

Jakarta – Tercatat sebagai emiten baru di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD) langsung naik 4,63% menjadi Rp 1.444 dari harga yang ditetapkan perseroan sebesar Rp1.380 per saham pada pencatatan saham perdananya awal pekan kemarin.

Pada pencatatan perdana sahamnya, pergerakannya sempat berada di level terendah Rp 1.420 dan tertinggi Rp 1.450 per saham. Setelah melepas sahamnya sebanyak 10,51% dengan jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 430 juta lembar saham atas nama PT Mestika Benua Mas, saham perusahaan ini tersisa 89,46%. Perseroan berhasil mendapatkan Rp 593,4 miliar dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO).

Pada masa penawaran, jumlah pemesanan saham mencapai 459,33 juta saham. Pemegang saham melalui penawaran perdana saham mencapai 998 pihak. Kapitalisasi pasar saham PT Bank Mestika Dharma Tbk mencapai Rp 5,58 triliun.

Tahun ini, perseroan menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp 6,2 triliun atau tumbuh 21,5% dari tahun sebelumnya. Perseroan juga optimis akan mencapai target tersebut meski Bank Indonesi menyataka adanya keterlambatan pertumbuhan. Menurut Presiden Direktur Bank Mestika Achmad S Kartasasmita mengatakan, hingga Juni perseroan telah mencapai nilai kredit Rp5,4 triliun. “Kami yakin target tahun ini tercapai, pada semester I sudah tumbuh 13% dibandingkan semester I tahun lalu”, ujar dia.

Menurut dia, penyaluran kredit perseroan 30% disalurkan ke Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) dan sisanya ke sektor ritel, konsumer serta korporasi. Sedangkan untuk suku bunga pihaknya masih melihat kondisi pasar terlebih dahulu, saat ini pihaknya belum menaikan suku bunga yang masih berada di kisaran 10%.

Perlu diketahui, harga perdana saham Bank Mestika berada dikisaran Rp 1.370 - Rp 1.570 per saham dengan PBV 2,8 sampai 3,2 kali. Berdasarkan penjelasan Achmad pada Juni lalu, Bank Mestika menawarkan sebanyak-banyaknya 818,018 juta saham biasa atas nama PT Mestika Buana Mas dengan nilai nominal Rp 200 atau sekitar 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.“Pertumbuhan aset kami cukup tinggi karena profitabilitas dan arus kas yang baik serta neraca yang solid membuat kami yakin IPO merupakan langkah selanjutnya untuk perkembangan Bank Mestika”, ungkap dia.

Per 31 Desember 2012, jumlah funding perseroan adalah sebesar Rp 5,4 triliun dengan funding tersebar berasal dari tabungan dengan jumlah hampir mencapai Rp 3 triliun dan jumlah kredit yang diberikan (kotor) adalah sebesar Rp 5,2 triliun dengan kredit terbesar berasal dari kredit investasi sejumlah Rp 2,7 triliun.

Hingga saat ini, perseroan telah memiliki 10 unit kantor cabang, 44 unit kantor cabang pembantu dan 6 unit kas kantor kas di Sumatera dan Jawa. Rencananya dana hasil IPO akan disimpan sebagai Dana Pihak Ketiga (DPK). Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efeknya adalah PT Ciptadana Securities, PT Panca Global Securities Tbk, PT Minna Padi Investama Tbk, dan PT Lautandhana Securindo. (nurul)

Related posts