Ekonom: Kuncinya di Stabilitas Harga dan Tarif - Tekan Inflasi

NERACA

Jakarta -Kepala Ekonom PT Bank Tabungan Negara (BTN) Agustinus Prasetyantoko berpendapat bahwa stabiltas harga barang dan tarif transportasi merupakan kunci utama untuk menekan laju inflasi yang semakin tinggi.\"Pemerintah dapat menekan laju inflasi dengan mengelola sumber-sumber inflasi, terutama dengan menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi barang, khususnya bahan-bahan pangan serta mengendalikan tarif transportasi umum,\" kata Agustinus di Jakarta, Jumat (5/7) pekan lalu.


Menurut dia, dua komponen harga yang meningkat cukup signifikan akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang kemudian mempengaruhi laju inflasi, yaitu harga bahan pangan dan tarif transportasi umum.\"Komponen harga yang dipengaruhi pemerintah itu meningkat cukup tinggi, yaitu harga bahan pangan dan tarif transportasi umum,\" ujarnya.


Oleh karena itu, Agustinus menilai harga bahan pangan dan tarif transpotasi umum, sebagai dua komponen yang menyumbang inflasi cukup besar, harus segera dikelola dengan baik.Dia mengatakan pemerintah dapat mengelola harga bahan pangan agar tidak terus melambung tinggi dengan cara menambah stok bahan pangan dan meningkatkan kelancaran distribusi barang.


\"Cara itu akan sangat mempengaruhi laju inflasi, yakni pengendalian harga dari segi komponen pangan,\" katanya.Selanjutnya, menurut Agustinus, untuk pengelolaan biaya transportasi, sebagai salah satu penyumbang terbesar dalam inflasi, pemerintah perlu segera mengelola tarif angkutan umum agar kenaikan tarif transportasi tidak terlalu signifikan.


Dia menekankan kedua upaya untuk menekan laju inflasi itu, yakni pengendalian harga pangan dan tarif transportasi umum, harus segera dilakukan karena kenaikan harga BBM kali ini bersamaan dengan hari-hari menjelang bulan Ramadhan dan pembayaran biaya sekolah pada Juli.\"Jadi, semakin \"urgent\" (penting,red) bagi pemerintah untuk dapat menekan laju inflasi dengan mengelola sumber-sumber inflasi, terutama soal ketersediaan bahan pangan,\" ujar Agustinus. [ardi]

BERITA TERKAIT

Raih Juara DSSC 2019, Tiga Tim SMK Berkesempatan ke Italia

    NERACA   Jakarta - Kompetisi Dekkson SMK Sales Championship (DSSC) 2019 telah memasuki babak final akhir. Lebih kurang…

Menkumham Lantik Majelis dan Pengawas Notaris Periode 2019-2022

    NERACA   Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly melantik Majelis Pengawas Pusat…

Pameran IEAE 2019 Targetkan Nilai Transaksi US$1 Juta

    NERACA   Jakarta - Chaoyu Expo kembali akan menyelenggarakan pameran B2B (business to business) Indonesia International Electronics &…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Sasa Inti Kembali Meraih Penghargaan Marketing Award

    NERACA   Jakarta - PT Sasa Inti kembali meraih apresiasi dari masyarakat yakni lewat produk Sasa Bumbu Komplit,…

Meski Ada Tekanan, Sri Mulyani Optimis Target Penerimaan Pajak Tercapai

    NERACAJakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku optimistis target penerimaan pajak tahun 2019 akan tercapai meski menghadapi…

DPR Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kelas Tiga

    NERACA   Jakarta - Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf mengatakan para legislator sepakat menolak kenaikan iuran…