Rupiah Terdongkrak “Roll Over” Utang Yunani

Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (28/6) ditutup menguat tipis 3 poin (0,03%) ke level 8.612/8.622 per dolar AS dari posisi kemarin 8.615/8.625.

Periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, penguatan rupiah hari ini dipicu oleh perbankan Perancis dan Jerman yang sudah menyepakati untuk ikuit me-roll over obligasi Yunani (obligasi yang jatuh tempo ditukar dengan obligasi baru dengan tenor yang lebih panjang dan yield menggiurkan). Menurutnya, kondisi itu, memberikan sentimen positif bagi euro.

Pasalnya, perbankan Prancis dan Jerman adalah sektor swasta terbesar yang memegang utang Yunani. "Karena itu, rupiah ditutup di level terkuatnya 8.612 setelah mencapai level terlemahnya hari ini 8.620 per dolar AS,” katanya di Jakarta, Selasa.

Sayangnya, rupiah tidak menguat terlalu jauh. Secara umum, pergerakan rupiah tidak banyak mengalami perubahan. Kondisi ini dipicu oleh ketidakpastian menjelang voting penghematan fiskal berupa pemangkasan anggaran dan kenaikan pajak oleh parlemen Yunani pada Rabu (29/6) dan voting penjualan aset negara sekaligus penentuan alokasi bailout pada Kamis (30/6).

Apalagi, pasar dalam negeri banyak diwarnai investor sehingga pada saat yang sama investor demestik tidak mau mengambil risiko terlalu banyak. "Di sisi lain, Rabu (29/6) merupakan hari libur nasional dan pasar saat market buka pada Kamis (30/6) investor sudah mengetahui hasil voting awal Yunani itu pada Kamis (30/6) dinihari," ungkapnya.

Pasar sendiri memang optimistis, Parlemen Yunani akan meloloskan kebijakan penghematan fiskal itu. Hanya saja, imbuh Firman, tidak semua pelaku pasar optimistis. "Sebab, akhir pekan lalu, partai oposisi mengungkapkan keengganannya untuk mendukung persetujuan meloloskan penghematan fiskal dalam voting pada Rabu (29/6)," timpalnya.

Ahasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). "Terhadap euro, dolar AS menguat ke level US$1,4276 dari level penutupan US$1,4282 per euro," imbuh Firman.

BERITA TERKAIT

Bayar Utang, TAXI Jual 1.200 Unit Armada

Setelah menjual aset tanah di Bekasi untuk melunasi utang, kali ini PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) akan menjual 1.200…

Membangun Tanpa Utang - Oleh : EdyMulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Membangun infrastruktur tanpa utang menjadi sangat penting karena akan menyehatkan APBN. Indikator APBN yang sehat, dan utang  semakin mengecil. Mengingat…

Lunasi Utang Obligasi, TAXI Gelar Rights Issue

NERACA Jakarta – Gali lubang tutup lubang, langkah inilah yang dilakukan PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) untuk melunasi utang…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank Mandiri Kembangkan Peran Ekonomi Pesantren

  NERACA Surabaya - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus memperkuat peran ekonomi pondok pesantren untuk menumbuhkan usaha mikro kecil dan…

Fintech Ilegal Berasal dari China, Rusia dan Korsel

  NERACA   Jakarta - Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan fakta bahwa mayoritas perusahaan layanan finansial berbasis…

Laba BNI Syariah Tumbuh 35,67%

    NERACA   Jakarta - PT Bank BNI Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp416,08 miliar, naik 35,67 persen dibandingkan…