BTN Gandeng Bank Malaysia Kerja Sama Remitansi - Layani TKI di Luar Negeri

NERACA

Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) bekerjasama dengan Bank Simpanan Nasional (BSN) Malaysia untuk pengiriman uang dari luar negeri atau remitansi. Kerja sama diharapkan dapat meningkatkan fee based income BTN yang masih rendah.

Menurut Direktur Utama BTN, Maryono, pada tahun 2012 kontribusinya fee based income terhadap total pendapatan BTN baru sebesar enam persen. \"Kita harap di 2013 bisa naik jadi 15% dan pada tahun 2014 naik lagi jadi 20%,” kata Maryono, kepada wartawan usai menandatangani MoU dengan BSN di Jakarta, akhir pekan lalu.

Maryono mengatakan, BSN memiliki produk remitansi terbaik. \"Remitance adalah potensi luar biasa karena Malaysia tujuan tenaga kerja Indonesia (TKI). Bisa kita pakai sebagai market kita,” terang Maryono.Namun dia tidak menutup kemungkinan pekerja lain memakai jasa remitansi BTN. BSN memiliki banyak nasabah yang merupakan TKI dan perusahaan yang mempekerjakan mereka. Jika hal tersebut dimanfaatkan dengan baik, setiap remitansi dari Malaysia ke Indonesia bisa melalui BTN yang dilakukan secara real time dan online.Dia menambahkan, BSN akan memberikan produk terbaik pada BTN. \"Pricing dan service-nya akan kita tindaklanjuti ke sana,” jelas dia.

Realisasi kerja sama dengan BSN diharapkan bisa dimulai pada enam bulan mendatang. Bulan depan BTN akan meninjau BSN Malaysia. BTN dan BSN juga akan saling mengirimkan Sumber Daya Manusia untuk pelatihan.Maryono mengaku tidak menutup kemungkinan akan bekerja sama dalam hal remitansi dengan bank-bank lainnya yang merupakan anggota World Saving Bank Institute. Ini merupakan asosiasi bank simpanan seluruh dunia yang memiliki lebih dari 180 anggota. \"Ada Cina Jerman, kita tidak menutup kemungkinan itu selama ada potensi bagi BTN,\" tutur Maryono.Dalam kesempatan itu, Maryono juga mengungkap, potensi bisnis dari layanan remitansi sangat besar dan terbuka untuk perbankan. Berdasarkan data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), setidaknya terdapat sekitar 6,5 juta TKI yang bekerja di luar negeri dan tersebar di 142 negara. Dari jumlah TKI tersebut, yang terbanyak bekerja di Malaysia dengan jumlah sekitar 2 juta TKI.Data dari BNP2TKI juga menunjukan, pada tahun 2012, jumlah devisa yang disumbangkan kepada negara dari TKI yang bekerja di luar negeri mencapai US$ 6,9 miliar atau sekitar Rp 66,6 Triliun.

Branchless Banking Di sisi lain, Maryono mengungkap, melalui kerja sama tersebut BTN akan belajar bisnis model layanan branchless banking yang telah diterapkan di Malaysia. “Dalam setahun, BSN bisa mengembangkan 4500 agen banking, dan kontribusinya besar bagi mereka, ini yang kita dalam waktu dekat akan belajar ke sana,\" ujarnya.

Dia mengaku, saat ini BTN telah melakukan uji coba branchless banking di Jawa Tengah dengan produk tabungan Cermat dan menggunakan mesin EDC (electronic data capture). Produk yang diberlakukan dalam uji coba tersebut, imbuh Maryono, merupakan embrio yang akan dikembangkan menjadi produk branchless banking. Dengan produk tersebut, nasabah dapat melakukan penarikan dan penyetoran.

Ke depan, sambung Dia, BTN berencana mengembangkan layanan untuk pembayaran tagihan KPR (Kredit Kepemilikan Rumah). Saat ini nasabah tabungan Cermat telah mencapai 140.000. \"Kita pakai EDC tidak pake telepon, jadi tabungan tanpa buku. Pengembangannya ke depan kita akan lihat peraturan dari BI,\" tutur Maryono. [kam]

Related posts