Koleksi Lima Saham Pilihan Jelang Ramadhan - Indeks Tetap Tumbuh

NERACA

Jakarta – Ditengah penilaian negatuf Morgan Stanley terhadap industri pasar modal dalam negeri yang menyatakan, menurunkan proyeksi ekuitas domestik, tentunya menjadi kepanikan para pelaku pasar. Namun sebagian analis menilai hal ini tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pergerakan indeks di Bursa Efek Indonesia.

Bahkan sebaliknya, momentum bulan Ramadhan akan memicu pelaku pasar untuk aktif transaksi beli di BEI. Kata analis pasar modal Lucky Bayu Purnomo, menjelang puasa pergerakan indeks cenderung menguat karena dukungan sentimen positif dari Dow Jones dan Nikkei. “Perkiraan range harian IHSG di awal bulan puasa berada pada level 4.625 – 4.690, dengan kecenderungan menguat menuju target 4.690”, ujarnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, terdapat 5 saham pilihan yang bisa dijadikan pilihan untuk beli pada awal pekan ini. Kelima saham tersebut adalah TLKM target 11.900, BBRI target 8.050, ADHI target 3.000, INTP target 22.700, ASRI target 850.

Dia juga menilai, kecenderungan menguat tersebut didukung sentimen positif yang terjadi pada perdagangan akhir pekan lalu, di mana Dow Jones ditutup menguat positif 147,29 (0,98 %) dan juga ditunjang oleh sentimen positif dari NIKKEI 225 yang di tutup menguat positif 291 (2,08 %).

Indeks saham Jepang Nikkei menguat 2,1% atau berhasil naik 4,6% pada minggu pertama Juli ini. Selain itu, indeks saham Australia menguat 1%, indeks saham Shanghai menguat 0,1%, indeks saham Hong Kong Hang Seng menguat 1,9% dan indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 0,3%.

Saham-saham di Jepang menguat akibat melemahnya mata uang Yen. Saham Fast Retailing Co menguat 5%, Saham Hitachi Ltd menguat 4,4%. Saham Mitsubishi Electric Corp menguat 3,9%, saham Panasonic Corp menguat 2,6%.

Sebagai informasi, mengakhiri perdagangan sesi kedua akhir pekan kemarin, IHSG berakhir di 4.602 setelah menguat 0,45% atau 20,8 poin pada perdagangan Jumat (5/7). Investor asing lakukan net sell mencapai Rp 260,7 miliar. Dengan volume perdagangan mencapai 2,9 miliar saham senilai Rp 3,5 triliun. Sebanyak 140 saham melemah, 102 saham menguat dan 113 saham stagnan.

Menjelang puasa, sektor saham konsumer menguat 1,53% ke level 1.972,13, disusul sektor saham infrastruktur naik 0,89% ke level 1.006,48, dan sektor saham manufaktur menguat 0,88% ke level 1.245,63. Sementara saham-saham yang menguat pada perdagangan jumat (5/7) antara lain saham UNVR naik 3,19% ke level Rp 29.100, saham AALI naik 2,01% ke level Rp 17.700, saham TLKM naik 2,75% ke level Rp 11.200, saham ROTI menguat 2,73% ke level Rp 7.500, saham LPPF menguat 1,73% ke level Rp 11.750, dan saham AMRT menguat 2,34% ke level Rp 6.550.

Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Hoesen pernah bilang, pertumbuhan pasar modal domestik masih akan positif seiring masih tinggi minat pelaksanaan penawaran umum saham perdana (IPO). Dia juga optimistis target 30 perusahaan untuk melakukan IPO di BEI pada tahun ini dapat tercapai seiring dengan prospek industri pasar saham yang positif. (bani)

Related posts