Pekan Ini, IHSG Masih Lanjutkan Penguatan

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat naik 20,874 poin (0,46%) ke level 4.602,807. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 5,951 poin (0,78%) ke level 764,281.

Analis Milenium Danatama Sekuritas, Abidin mengatakan, salah satu indikator teknikal di pasar saham, grafik MACD (rata-rata pergerakan konvergensi/perbedaan) masih menempatkan posisi transaksi di area beli sehingga indeks BEI berada pada penguatan, “Indeks BEI juga mendapat sentimen positif dari kenaikan saham di bursa global,\" katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Berikutnya, indeks BEI Senin awal pekan, diproyeksikan kembali akan bergerak menguat di level 4.602-4.620. Sementara itu, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa, Samsul Hidayat meyakini industri pasar modal Indonesia masih dapat tumbuh seiring dengan kinerja emiten yang terus melakukan ekspansi sehingga dampaknya akan terefleksi pada harga saham perusahaan.\"Emiten yang terus melakukan ekspansi menandakan ekonomi domestik masih positif,\" ujarnya.

Pada perdagangan kemarin, memasuki perdagangan preclosing, IHSG masih melaju cukup kencang dan tiba-tiba saja setelah pasar ditutup penguatannya berkurang menjadi hanya 20 poin karena aksi ambil untung. Delapan dan sepuluh indeks sektoral di lantai bursa berhasil menguat. Dua sektor, infrastruktur dan finansial, jatuh ke zona merah gara-gara aksi ambil untung.

Aksi ambil untung juga dilakukan oleh investor asing. Transaksi asing hingga tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 254,96 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi hanya 97.317 kali pada volume 2,945 miliar lembar saham senilai Rp 3,537 triliun. Sebanyak 101 saham naik, sisanya 129 saham turun, dan 104 saham stagnan.

Liburnya bursa saham AS membuat perdagangan sepi sentimen, tapi investor mendapat sedikit semangat dari positifnya bursa Eropa. Bursa-bursa regional kompak menutup perdagangan akhir pekan dengan positif di zona hijau.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Unilever (UNVR) naik Rp 1.100 ke Rp 29.300, Astra Agro (AALI) naik Rp 650 ke Rp 18.000, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 400 ke Rp 12.550, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 300 ke Rp 28.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 37.500 ke Rp 151.500, Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 5.000 ke Rp 345.000, Mayora (MYOR) turun Rp 400 ke Rp 30.200, dan Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 300 ke Rp 7.000.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 15,857 poin (0,35%) ke level 4.597,709. Sementara Indeks LQ45 menguat 5,440 poin (0,72%) ke level 763,770. Aksi jual yang dilakukan investor tidak membuat indeks terjerembab ke zona merah. Aksi beli investor domestik yang membuat indeks tetap melaju.

Namun tidak banyak investor yang semangat berburu saham, rata-rata masih menahan diri karena minimnya sentimen positif. Hal ini berujung pada nilai dan volume transaksi yang tipis. Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi hanya 55.621 kali pada volume 1,547 miliar lembar saham senilai Rp 1,625 triliun. Sebanyak 74 saham naik, sisanya 124 saham turun, dan 102 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Unilever (UNVR) naik Rp 900 ke Rp 29.100, Astra Agro (AALI) naik Rp 350 ke Rp 17.700, Telkom (TLKM) naik Rp 300 ke Rp 11.200, dan Nippon Indosari (ROTI) naik Rp 200 ke Rp 7.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 5.000 ke Rp 345.000, Indosprings (INDS) turun Rp 400 ke Rp 2.800, XL Axiata (EXCL) turun Rp 175 ke Rp 4.425, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 150 ke Rp 27.550.

Diawal perdagangan, indeks BEI juga ditutup naik 42,01 poin atau 0,92% ke posisi 4.623,94, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 10,69 poin (1,41%) ke level 769,03, “Bursa Asia, termasuk IHSG BEI turut dibuka menguat menyusul komitmen bank sentral Eropa (ECB) yang mempertahankan kebijakan suku bunga rendah,\" kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Dia mengemukakan, ECB menyatakan untuk tetap mempertahankan kebijakan suku bunga rendah dalam jangka waktu yang lebih panjang dan bahkan siap jika harus kembali memangkas suku bunga.

Meski demikian, kata dia, pelaku pasar perlu mewaspadai terhadap penurunan rekomendasi oleh perusahaan investasi Morgan Stanley untuk pasar Indonesia dari \"Equalweight\" menjadi \"Underweight\" karena dianggap paling rentan dari penarikan dana asing diantara negara ASEAN lainnya.

Analis HD Capital, Yuganur Wijanarko menambahkan mayoritas bursa saham kawasan Asia yang kembali bergerak di area positif menjadi salah satu pendorong indeks BEI.\"Belum ada sentimen kuat untuk mendorong IHSG BEI lebih tinggi, indeks BEI juga masih berada dalam tren yang mendatar,\" kata dia.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng di buka menguat 277,57 poin (1,36%) ke level 20.746,24, indeks Nikkei-225 naik 191,10 poin (1,36%) ke level 14.210,56, dan Straits Times menguat 23,66 poin (0,75%) ke posisi 3.170,82. (bani)

Related posts