Tergiur Remitansi, BNI Gandeng Alfamart

NERACA Jakarta - Tergiur dengan bisnis layanan pengiriman uang atau remitansi, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menggandeng PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) untuk menyiapkan layanan yang dinamakan BNI Wesel PIN. General Manager International BNI, Firman Wibowo menyatakan bahwa potensi bisnis remitansi masih terbilang sangat besar. Berdasarkan data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menyebutkan, 60% dari 4 juta tenaga kerja Indonesia di luar negeri belum memiliki rekening bank. Selain itu, TKI yang berada di luar negeri sering mengirimkan uang ke keluarganya yang berada di Indonesia terutama menjelang hari raya lalu lintas pengiriman uang semakin banyak. “Sebagai pengelola jaringan minimarket yang memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia, Alfamart menjadi partnet BNI untuk melayani pencairan uang yang dikirim melalui BNI Wesel PIN. BNI sendiri memiliki jaringan internasional yang cukup luas dan didukung oleh kantor cabang yang ada di beberapa negara,\" ujar dia di Jakarta (3/7). Dengan kerjasama ini, jaringan gerai layanan perbankan atau outlet pengambilan remitensi BNI yang mencapai 1.631 lokasi, akan bertambah menjadi 5.000 lokasi yang berasal dari gerai reguler Alfamart, milik PT Sumber Alfaria Trijaya yang tersebar di Indonesia. Sementara untuk toko franchise atau waralaba Alfamart yang dimiliki masyarakat tidak bisa melayani transaksi ini. “Saat ini Alfamart yang dimiliki oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk sebanyak 70% dari total yang ada, sedangkan sisanya dimiliki masyarakat umum. Sehingga pelayanan pencairan wesel ini hanya dapat dilakukan di Alfamart reguler,\" ujar Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin. Dia menambahkan, nominal pengambilan BNI Wesel PIN di Alfamart maksimal Rp 5 juta. Sementara untuk setiap transaksi per pin per hari dengan cara menunjukan identitas diri dan nomor pin tersebut. \"Ini guna mencegah terjadinya tindakan yang tidak diinginkan, sehingga ada kemungkinan pegawai Alfamart menanyakan hal lain mengenai identitas penerima wesel seperti nomor telepon,\" terang Solihin. Sementara itu, dia menilai kerjasama tersebut sangat sinergis mengingat layanan itu bisa membantu TKI melakukan transaksi pengiriman uang untuk keluarga yang ada di Indonesia. Solihin menyatakan dengan jaringan toko Alfamart yang tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, Bali dan Sulawesi, diharapkan dapat mempermudah para TKI dan keluarga di Indonesia untuk menerima maupun mengirimkan uang dengan lebih cepat, mudah dan aman. BNI sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia memiliki kantor cabang di negara-negara yang dihuni sejumlah TKI seperti Hongkong, Siangapura, Arab Saudi, Qatar, Malaysia, Brunei Darusalam dan Taiwan. Sebelumnya, BNI juga bekerjasama dengan beberapa pihak untuk melayani pengambilan remitansi yaitu Bank Bukopin sehingga menambah 600 gerai, tambahan 4.000 outlet kantor pos, 6.000 outlet pegadaian serta tambahan outlet Bank Pembangunan Daerah. Tata cara pengiriman uang cukup mudah, pengirim menyetorkan uang ke kantor cabang BNI yang ada di negara tempat bekerja seperti biasa dengan menyertai identitas penerima, kemudian pengirim akan menerima PIN khusus yang harus diinfokan kepada penerima wesel. Penerima hanya perlu membawa fotokopi identitas diri dan kode PIN dari pengirim. Selain akan dapat keuntungan yang dapat menambah pendapatannya dari hasil kerjasamadengan pihak BNI, perayaan lebaran akan mendongkrak pendapatan AMRT hingga 20% per bulan. Menurut Solihin, perseroan selalu menambah stok barang yang diperlukan masyarakat seperti, biskuit, sirup dan aneka kue lainnya menjelang bulan puasa dan hari raya.

“Kita persiapkan di semua outlet, secara umum dari tahun ke tahun, dibandingkan bulan biasanya, terjadi peningkatan 15-20%. Menjelang lebaran masyarakat banyak yang membeli biskuit dan sirup yang membuat penjualan produk tersebut naik hingga 200% dibandingkan hari biasanya,\" ujar dia.

Related posts