Perbankan Syariah Didorong Buka Cabang di Masjid - Permudah Nasabah Bertransaksi

NERACA

Jakarta - Dewan Masjid Indonesia mendorong perbankan syariah mendirikan kantor cabangnya di seluruh masjid-masjid besar di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memudahkan akses kepada nasabah. Dengan demikian, pertumbuhan perbankan syariah akan terdongkrak serta mampu menjalankan perannya sebagai pelayan keuangan masyarakat yang lebih efisien.

“Kita mengundang seluruh bank syariah di Indonesia agar mendirikan kantor cabang atau kas di masjid supaya jamaah terlayani dan bank mendapat banyak nasabah. Lihat saja jemaah shalat Jumat tiap minggu. Kedua, tentunya untuk memudahkan akses mereka (jamaah) untuk bertransaksi, sehingga bank dan jamaah sama-sama untung,\" kata Ketua Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla, di Jakarta, Kamis (4/7).

Menurut dia, rencananya tahap pertama akan dibuka 200 kantor cabang bank syariah di masjid-masjid besar di wilayah Bogor, Jawa Barat pada bulan ramadan tahun ini. Kemudian dilanjutkan dengan memperluas hingga 5.000 masjid di seluruh Indonesia dalam kurun lima tahun ke depan. “Saya akan siapkan mulai bulan ramadan ini. Di Bogor banyak masjid-masjid besar. Semua bank syariah diajak kerja sama,” ungkapnya.

Ketua Palang Merah Indonesia tersebut berpendapat masjid tidak perlu membangun bank perkreditan rakyat (BPR) karena biaya yang besar dan sulit bersaing dengan bank konvensional lainnya. \"Posisi BPR bikin repot dan bikin masalah. Kemudian, kalau ada yang belum bayar utang, siapa yang mau melunasi,\" jelas Kalla.

Namun, Jusuf Kalla mengaku bahwa dirinya tidak berniat membeli bank. \"Bank sudah ada, lebih baik jadi nasabah saja,\" tambahnya. Pada kesempatan yang sama, Kepala CIMB Niaga Syariah, U Saefudin Noer, mendukung bank syariah untuk membuka cabang di masjid. Akan tetapi, dia mengatakan bahwa pihak bank harus mempelajari dahulu kemungkinannya di beberapa daerah.

\"Itu potensi yang positif bagi perbankan syariah. Namun, beberapa daerah harus mempelajari untuk perluasannya,\" tukas Saefudin Noer. Sebelumnya, Dewan Masjid Indonesia telah bekerjasama dengan Al Azhar dan perbankan syariah seperti PT Bank Muamalat Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, PT BNI Syariah, dan PT BRI Syariah, dalam membangun seribu masjid.

Langkah ini merupakan suatu cara guna menumbuhkan perekonomian berbasiskan masjid. JK, begitu dirinya disapa, berharap ide tersebut bakal terealisasi di tahun ini. Upaya untuk mewujudkan rencana tersebut sudah dimulai dengan penandatangan kerja sama seluruh masjid di Indonesia serta pemantauan ke sejumlah dewan masjid yang di Tanah Air.

Lebih lanjut Jusuf Kalla menuturkan, hampir seluruh bank syariah yang beroperasi membutuhkan nasabah. Sedangkan masjid, kata JK, sebagai tempat berkumpul masyarakat muslim yang melakukan ibadah tentunya memiliki banyak calon nasabah. Upaya untuk mendekatkan bank dengan jamaah masjid juga dilakukan dengan menggerakkan ekonomi di sekitar masjid melalui pengembangan sektor UMKM.

\"Jadi nanti kalau berhubungan dengan bank syariah, bisa langsung di masjid. Ini konsep modern. Juga arahnyakebranchless banking,\" terangnya. Apabila konsep ini terwujud, bank syariah yang beroperasi di seribu masjid yang akan dibangun tidak harus membuka kantornya setiap hari.

Mengenai sistem pembayaran angsuran, kata JK, dapat diawasi oleh pengelola masjid. Selain itu, bagi masyarakat yang menunggak angsuran maka harus siap diumumkan di masjid. \"Pembayarannya mudah. Nanti disiarkan di masjid dan pastinya mereka akan bayar. Intinya, masyarakat memakmurkan masjid dan masjid juga memakmurkan masyarakat sekitar. Tahun ini kita mulai dan harus fokus,\" ujar JK, menjelaskan. [lulus]

Related posts