Waspadai Profit Taking, IHSG Bergerak Terbatas

NERACA

Jakarta – Sejak mengawali perdagangan Kamis kemarin, indeks Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung bergerak naik hingga penutupan perdagangan sesi I. Namun mengakhiri perdagangan Kamis sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) hanya mampu naik tipis 4,780 poin (0,10%) ke level 4.581,933. Sementara Indeks LQ45 bertambah 3,020 poin (0,40%) ke level 758,330.

Analis HD Capital, Yuganur Wijanarko mengatakan, mayoritas bursa saham kawasan Asia yang kembali bergerak di area positif menjadi salah satu pendorong indeks BEI pada Kamis, “Belum ada sentimen kuat untuk mendorong IHSG BEI lebih tinggi, indeks BEI juga masih berada dalam tren yang mendatar,\" katanya di Jakarta, Kamis (4/7).

Dia menambahkan, tren indeks itu disebabkan oleh kekhawatiran pelaku pasar saham terhadap makro ekonomi domestik yang dinilai masih kurang baik sehingga investor cenderung mengambil langkah antisipatif dalam melakukan transaksi saham. Alasannya, investor akan lebih bijak untuk transaksi jangka pendek dibanding agresif dalam membeli saham.

Dia merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan pada akhir pekan yakni Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Alam Sutera (ASRI), Adhi Karya (ADHI), Charoen Pokphand Indonesia (CPIN). Sebagai informasi, pada perdagangan kemarin penguatan indeks BEI tipis disebabkan masih berlanjutnya aksi ambil untung pelaku pasar diakhir perdagangan.

Transaksi asing tercatat melakukan penjualan bersih senilai Rp 179 miliar di seluruh pasar. Berikutnya, indeks BEI Jum’at akhir pekan diproyeksikan akan bergerak terbatas lantaran potensi aksi ambil untung. Karena itu, indeks lebih cenderung melemah dengan posisi di level 4.570-4.580.

Pada perdagangan kemarin, berjalan sepi dengan frekuensi transaksi hanya120.760 kali pada volume 3,717 miliar lembar saham senilai Rp 3,949 triliun. Sebanyak 123 saham naik, sisanya 125 saham turun, dan 94 saham stagnan. Bursa-bursa regional menutup perdagangan dengan mixed cenderung menguat. Kerusuhan yang terjadi di Mesir sudah sedikit mereda, membuat investor sedikit lega dalam bertransaksi.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya United Tractor (UNTR) naik Rp 1.500 ke Rp 17.500, Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 800 ke Rp 7.300, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 ke Rp 49.000, dan Telkom (TLKM) naik Rp 350 ke Rp 10.900. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 750 ke Rp 17.350, Indofood CBP (ICBP) turun Rp 600 ke Rp 10.900, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 350 ke Rp 15.650, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 250 ke Rp 12.150.

Pada perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 41,914 poin (0,92%) ke level 4.619,067. Sementara Indeks LQ45 menanjak 9,915 poin (1,31%) ke level 765,225. Saham-saham unggulan dan lapis dua jadi incaran investor untuk dikoleksi. Sayangnya, penguatan yang terjadi pagi tadi langsung dimanfaatkan oleh investor asing untuk ambil untung di saham-saham agrikulturt dan konstruksi.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi hanya 64.759 kali pada volume 2,167 miliar lembar saham senilai Rp 1,8 triliun. Sebanyak 150 saham naik, sisanya 67 saham turun, dan 86 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya United Tractor (UNTR) naik Rp 1.300 ke Rp 17.300, Unilever (UNVR) naik Rp 800 ke Rp 29.100, Indocement (INTP) naik Rp 500 ke Rp 22.700, dan Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 500 ke Rp 7.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Supreme Cable (SCCO) turun Rp 500 ke Rp 5.250, Indofood CBP (ICBP) turun Rp 400 ke Rp 11.100, Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 200 ke Rp 6.250, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 200 ke Rp 17.900.

Kemudian diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat sebesar 20,29 poin atau 0,44% ke posisi 4.587,45, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 5,17 poin (0,68%) ke level 760,48, “Setelah melemah sekitar lima persen dalam tiga hari terakhir, IHSG BEI mengalami \'technical rebound\',\\\" kata analis Samuel Sekuritas, Yualdo Yudoprawiro.

Sementara itu, analis Sinarmas Sekuritas, Tessa Mulia mengatakan, pergerakan IHSG akan dibayangi oleh ekspektasi kenaikan suku bunga Bank Indonesia pada pekan depan.\"Hal itu akan memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) karena konsumsi memiliki porsi yang besar dari investasi dalam PDB Indonesia,\" tambahnya.

Terkait saham, dirinya merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan secara teknikal yakni Perusahaan Gas Negara (PGAS), Jasa Marga (JSMR), Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), Indofood Sukses Makmur (INDF).

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 233,59 poin (1,16%) ke level 20.380,90, indeks Nikkei-225 turun 14,75 poin (0,10%) ke level 14.044,91, dan Straits Times menguat 16,26 poin (0,52%) ke posisi 3.145,82. (bani)

BERITA TERKAIT

NPI Januari-Oktober Defisit US$5,51 Miliar - INDEF MINTA PEMERINTAH WASPADAI HARGA PANGAN

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, neraca perdagangan Indonesia (NPI) pada Oktober 2018 masih defisit US$1,82 miliar secara bulanan (mtm) dan…

Aksi Beli Asing Lanjutkan Penguatan IHSG

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/11) melanjutkan penguatannya dengan ditutup lebih…

Waspadai Fluktuasi Rupiah

Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam rentang perjalanan beberapa pekan terakhir  menguat signifikan. Dari posisi terlemahnya sejak 1998…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

HRUM Targetkan Penjualan 4,8 Juta Ton

Hingga akhir tahun 2018, PT Harum Energy Tbk. (HRUM) menargetkan volume produksi dan penjualan batu bara mencapai 4,8 juta ton.…

BNBR Private Placement Rp 9,38 Triliun

Lunasi utang, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) berencana mengonversi utang dengan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih…

Danai Pelunasan Utang - Chandra Asri Rilis Obligasi Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun, emisi penerbitan obligasi masih ramai dan salah satunya PT Chandra Asri Petrochemical Tbl (TPIA)…