Konservasi Jalak Bali, Garuda Kuras Dana Rp 250 Juta

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) bersama PT Taman Safari Indonesia meresmikan konservasi dan pelestarian Jalak Bali (Bali Mynah) di Bali Safari dan Marine Pak.

Direktur Garuda Indonesia, Novianto Herupratomo mengatakan, konservasi dan pelestarian Jalak Bali juga bagian dari pada edukasi kepada masyarakat akan pentingnya pelestarian Jalak Bali yang saat ini terancam punah, “Untuk pelestarian Jalak Bali ini, perseroan menginvestasikan dana sebesar Rp 250 juta,”katanya di Denpasar, Kamis (4/7).

Dalam pelestarian Jalak Bali ini, Garuda Indonesia memberikan bantuan satu unit rumah (aviary) dan pelestarian sebanyak 18 ekor Jalak Bali. Apa yang dilakukan perseroan saat ini, dinilainya sesuai komitmen perusahaan untuk terus menjaga keanekaragaman satwa yang merupakan salah satu aset penting bagi pariwisata Indonesia, terutama Jalak Bali yang spesiesnya semakin langka.

Hal senada juga disampaikan, Direktur Utama Taman Safari Indonesia, Tonny Sumampau, keberadaan Jalak Bali sejak tahun 1974 sudah dinyatakan terancam punah dan bahkan kala itu populasinya hanya sekitar 20 ekor, “Jalak Bali yang sudah terancam punah, kini mulai di konservasi dan dilestarikan. Namun di tahun 2005 kembali gagal,”ungkapnya

Lanjutnya, populasi Jalak Bali tahun 2005 hanya sekitar 4 ekor. Maka diharapkan dengan kerjasama Garuda Indonesia dalam pelestarian dan konservasi Jalak Bali bisa lebih banyak lagi populasinya. Pasalnya, kendala penakaran Jalak Bali karena harganya di masyarakat yang mahal atau sekitar Rp 15 per ekornya.

Dia menuturkan, saat ini populasi Jalak Bali di masyarakat sekitar 1700 ekor dan di kebun binatang Taman Safari Indonesia tercatat sekitar 36 ekor. Kedepan akan ditingkatkan lagi populasinya hingga 150 ekor dengan kerjasama penakaran kebun binatang di Yokohama dan di Taman Safari Indonesia Bogor. (bani)

Related posts