Ke Mana Larinya Subsidi BBM?

Ke mana Larinya Subsidi BBM?

Dana subsidi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2013 sebanyak Rp 317,2 triliun. Angka itu berubah naik menjadi Rp 348,1 triliun dalam APBN-Perubahan 2013 yang disetujui DPR.

Peningkatan belanja subsidi terjadi pada subsidi BBM meningkat sebesar Rp 6,1 triliun dari 193,8 triliun menjadi 199,9 triliun. Dana subsidi juga dialokasikan untuk rekening listrik yang naik tahun ini dari Rp 89,9 triliun menjadi Rp 100 triliun atau naik Rp 19,1 triliun.

Dari data hasil survei konsorsium perguruan tinggi yang ditugasi Bappenas seputar distribusi pengguna BBM bersubsidi pada 2010 dan 2011 menunjukkan, sekitar 80% BBM bersubsidi dinikmati oleh orang mampu dan oleh 90% masyarakat yang tinggal di perkotaan. Lebih detil lagi, 94% subsidi BBM itu dinikmati oleh kendaraan pribadi. Selebihnya, hanya 4% saja subsidi BBM yang diserap oleh kendaraan umum dan 2% kendaraan barang.

SEtiap daerah otonomi akan menerima 10% Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari BBM yang besarnya dilakukan jumlah kendaraan yang ada. Artinya, makin banyak orang kaya yang dipresentasikan dengan kepemilikan kendaraan bermotor di satu daerah, makin besar pula jumlah dana yang akan diterima daerah itu.

Dengan adanya subsidi sebesar itu, juga berarti menghapuskan proyek di sektor pembangunan infratruktur publik pada tahun berjalan. Jika dikonversi dalam bentuk proyek infrastruktur, dana subsidi sebesar Rp 384,1 triliun itu dapat dipakai untuk membangun 30 ribu km rel kereta api atau 30 ribu kilometer jalan negara empat jalur, atau membangun pembangkit listrik tenaga uap berdaya 20.000MW, atau membangun 6 ribu kilometer jalan tol atau untuk membangun 30-40 bandar udara sekelas Bandara Sultan Hassanudin. (saksono)

Related posts